Ruas Jalan Provinsi Sintang-Nanga Pinoh Hancur Lebur

oleh

Ruas jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sintang yang kian hari jalan tersebut semakin hancur, bahkan ada beberapa titik ruas jalan tersebut yang mengalami kerusakan yang parah dikehawatiran banyak pihak akan mempengaruhi kegiatan MTQ tingkat Provinsi Kalbar ke-XXIV yang diselenggarakan di kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">“Jika kondisi jalan masih seperti ini hingga menjelang pelaksanaan MTQ sudah tentu akan menghambat kedatangan para kafilah dari 14 kabupaten /kota se Kalbar untuk datang ke Melawi,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Melawi, Ardeni kepada kalimantan-news.com  Selasa (24/04/2012).<br /><br />Ardeni juga menyampaikan dirinya selaku Anggota Komisi B DPRD Melawi minta kepada pihak kontraktor pelaksana pekerjaan ruas jalan Provinsi untuk mengerjakan jalan tersebut sesegera mungkin, karena waktu pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalbar yang akan dilaksanakan<br />di Kabupaten Melawi sudah semakin mepet. <br /><br />“Karna sudah beberapa hari ini, akrifitas lalu lintas dibeberapa titik ruas jalan provinsi Sintang-Pinoh yang sedang dikerjakan tersebut tidak bisa dilalui, sehingga hal ini berdampak kepada terhambatnya segala sesuatu yang masuk ke Melawi,” ujarnya.<br /><br />Selain itu, Ardeni juga minta kepada Konsultan pengawas lapangan untuk lebih lebih pro aktif melakukan pengawasan pekerjaan dilapangan guna memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi beberapa titik ruas jalan yang sering terjadi kemacetan atau amblas untuk segera ditangani secepatnya,guna memperlancar arus transportasi.<br /><br />Apa lagi saat ini sedang musim hujan,untuk titik-titik tertentu, terutama di daerah-daerah yang sering terjadi kemacetan supaya dilakukan penutupan atau ditimbun dengan sertu, biar jalan tersebut tidak berlumpur sehingga tidak menimbulkan kemacetan. <br /><br />“Karena dana pekerjaan ruas jalan provinsi ini dibiayai dari dana APBN, jadi kita minta kepada Konsultan pengawas dari Provinsi untuk proaktif melakukan pengawasan perkerjaan dilapangan, serta untuk dapat mengambil langkah-langkah terhadap beberapa titik yang sering menyebabkan kemacetan diruas jalan tersebut , terhambatnya arus lalu lintas diakibatkan jalan tersebut berlumpur,” pintanya.<br /><br />Selain itu, dirinya menambahkan,  agar pihak kontraktor untuk dapat bekerja secara profesional.<br /><br />“Salah satunya perlu dilakukan penambahan peralatan dan tenaga kerja untuk lebih diperbanyak lagi,” ujarnya<br /><br />Hal ini dilakukan agar pelaksana pekerjaan diruas jalan Provinsi tersebut dapat selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja. <br /><br />“Selain itu kualitas perkerjaan lebih diutamakan,perkerjaan tersebut bukan semata-mata meraup keuntungan semata.” tegasnya. <strong>(phs)</strong></p>