Rumah Di Pesisir Sungai Melawi Terendam Banjir

oleh

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, membuat air sungai meluap. Hingga membuat sejumlah desa di beberapa kecamatan, khususnya yang berada du pesisir sungai Pinoh dan Melawi mulai terendam banjir. Seperi di Kecamatan Sayan, Tanah Pinoh dan Sokan. <p style="text-align: justify;">“Banjir sudah melanda. Banyak jln yang sudah terendam, akses transportasi darat menuju ke Kota Baru sudah putus karena sejumlah titik jaln terendam banjir,”Kata Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham, yang saat ini berada di Kota Baru, menghubungi melalui via seluler, Kamis (2/3).<br /><br />Ia mengatakan, saat ini ketinggian air rata-rata sudah mencapai 1 meter lebih. Bahkan menurutnya kondisi banjir saat ini lebih parah dari banjir yang terjadi beberapa bulan lalu. Desa-desa yang berada dipesisir sungai sudah habis terendam.<br /><br />"Banyak desa yang sudah terendam. Diantaranya desa Madong Raya, desa Keranjik, desa Loka Jaya. Tanjung Gunung, Sukamaju, Tanjung Beringin. Puluhan rumah terendam. Bahkan ada yang terendam sampai pentilasi pintu. Saat ini air masih terus naik," terangnya. <br /><br />Begitu juga dengan desa-desa yang berada di daerah Sungai Melawi. Akses jalan desa sudah terendam banjir. Bahkan puluhan rumah yang berada du dataran rendah di setiap desa yang berada di pesisir sungai sudah sudah ikut terendam.<br /><br />Seperti yang disampaikan Kepala desa Nanga Man. Ia mengatakan, saat ini rumahnya juga sudah terendam banjir. Tidak hanya rumahnya, rumah warga lainnya juga sudah terendam banjir. Ketinggian air mencapai sekitar 2 meter. <br /><br />Di Kecamatan Menukung juga mengalami hal yang sama, Lidin, seorang warga Menukung mengatakan, sudah banyak rumah yang terendam banjir. Kondisi air saat ini masih terus naik, sehingga sangat berpotensi akan semakin banyak rumah yang terendam banjir.<br /><br />“Banyak rumah yang terendam, puluhan rumah sudah ada. Kondisi air saat ini bertahan. Kita khawatirnya akan semakin naik lagi,” ucapnya melalui messenger. <br /><br />Tidak hanya itu, di Nanga Pinoh yang menjadi pusat ibu kota Kabupaten Melawi juga sudah ada yang mullah terendam banjir. Seperti Jalan M. Nawawi desa Paal, jalan Kenanga Desa Paal, Jalan Kuala belian Desa Paal. Begitu juga SDN 5 dan SDN 11 Nanga Pinoh yang berada di Jalan Markasan Desa Tanjung Niaga. Halamannya sudah terendam banjir.<br /><br />Mengenai kondisi banjir saat ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafarudin mengatakan, pihaknya meminta pihak kecamatan melaporkan secara resmi mengenai kondisi banjir saat ini bersamaan dengan data berapa jumlah fasilitas umum, dan rumah warga yang terendam. <br /><br />“Kalau laporan dari camat sudah masuk, maka laporannya kami tindaklanjuti dengan melaporkannya ke Bupati. Sementara ini kami disini memang kekurangan personil, untuk yang ke lapangan tidak ada disini,” katanya.<br /><br />Lebih lanjut Syafarudin mengatakan, dari Kota Baru sudah ada laporan secara lisan, namun belum ada lapor secara resmi. Begitu juga dengan sayan, Sokan, Ella, Menukungdan kecamatan lainnya yang terendam banjir. “jadi kita menunggu laporan yang resmi biar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (KN)</p>