Rumah Dinas Guru Butuh Perbaikan

oleh

Banyak rumah dinas guru hingga saat ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, padahal bangunan tersebut adalah sarana penunjang aktivitas bagi para guru terutama yang bertugas di pedalaman. <p style="text-align: justify;">Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan mengatakan tidak sedikit rumah guru yang kondisinya sudah tidak layak huni.<br /><br />“Ibarat kata orang siang kepanasan dan kalau malam langit cerah bsia lihat bintang bulan, artinya kondisi rumah itu sudah sangat memprihatinkan,” kata Sandan.<br /><br />Keberadaan rumah guru dipedalaman menurutnya sangat membantu terutama bagi pegawai baru dan bukan merupakan warga setempat.<br /><br />“Kemana lagi mereka mau tinggal kalau tidak ada rumah dinas disekitar sekolah, kalau tinggalnya di dekat sekolah juga sangat membantu mobilitas guru dalam menjalankan tugas, maklumlah jalan di pedalaman banyak yang rusak,” ucapnya.<br /><br />Menurutnya, majunya suatu bangsa tentunya akan dilihat dari majunya pembangunan di sektor pendidikan.<br /><br />“Makanya sebagai penunjang kegiatan pendidikan di daerah, sudah semestinya pemerintah turut serta menyiapkan fasilitas kepada para guru yang sudah bersedia ditempatkan di pedalaman, perbaiki rumah dinas guru yang rusak dan bila perlu ditambah lagi,” kata dia.<br /><br />Jalan saja menurutnya bisa diperoleh alokasi anggarannya dari pemerintah pusat, mestinya untuk rehab maupun pembangunan rumah guru juga bisa karena ini termasuk infrastruktur dasar yang harus dipenuhi.<br /><br />“Saya kira ini juga tantangan bagi pemerintah daerah disamping pengembangan sektor pertanian yang sudah banyak memperoleh penghargaan,” ucapnya.<br /><br /><br /><br /><strong>Butuh Pemerataan</strong><br /><br />Anggota DPRD lainnya, Ginidie mengatakan keinginan untuk mengembangkans ektor pertanian semestinya diikuti dengan upaya pengembangan sektor lainnya.<br /><br />“Pertanian tanpa campur tangan lebih jauh dari pemerintah bisa berkembang pesat sendiri karena menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat,” kata dia.<br /><br />Ia melihat yang bisa dijadikan parameter utama pembangunan adalah bagaimana pembangunan itu bisa diselenggarakan dengan merata.<br /><br />“Salah satunya adalah jalan, sudah tembuskah jalan kita sampai ke Ambalau, bagaimana kondisi sarana dan prasaran pendidikan maupun kesehatan di pedalaman, itu yang bisa dijadikan parameter,” ucapnya.<br /><br />Artinya kata dia, pemerataan pembangunan termasuk di sektor pendidikan seperti pemenuhan sarana rumah dinas guru di pedalaman sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br /><br />“Kalau pemerataan pembangunan tidak ada dan hanya terfokus di daerah tertentu saja, maka kemajuan daerah akan berjalan lamban,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>