Rumah Sakit Murjani Sampit Siaga Flu Burung

oleh

Rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyiagakan tim dokter untuk penanganan pasien yang terjangkit virus flu burung (H5N1). <p style="text-align: justify;">"Ruang isolasi, peralatan, dokter spesialis, dokter umum dan perawat yang ada di RSUD dr Murjani Sampit telah kami siagakan," kata Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Ratna Yuniarti, di Sampit, Minggu.<br /><br />Untuk ruang isolasi dan peralatan akan menggunakan stok lama karena masih bagus dan layak pakai.<br /><br />Sedangkan untuk obat tamiflu, RSUD dr Murjani Sampit saat ini sedang kehabisan stok atau sedang kosong karena stok obat yang lama sudah kedaluwarsa dan tidak dapat dipergunakan lagi.<br /><br />"Kekosongan stok obat tamiflu tersebut dua pekan lalu telah kami laporkan ke Kementerian Kesehatan dan kami juga sudah meminta pasokan obat yang baru, namun permintaan kami itu hingga saat ini masih belum diberikan," katanya.<br /><br />Apabila dalam waktu dekat ini pasokan obat tamiflu dari Kementerian Kesehatan tidak kunjung datang maka pihak RSUD dr Murjani Sampit akan meminta ke pemerintah Provinsi Kalteng.<br /><br />Rumah sakit dr Murjani Sampit merupakan salah satu rumah sakit di Kalteng yang ditunjuk menangani pasien rujukan yang terjangkit virus flu burung.<br /><br />Disiagakannya tim dokter dan perawat tersebut menyusul ayam yang ditemukan mati secara mendadak di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentaya Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur telah dinyatakan positif terjangkit virus flu burung.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yuendri Irawanto mengatakan, pihaknya juga telah menyiagakan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).<br /><br />Selain Puskesmas masyarakat juga diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati dengan flu burung karena virus tersebut dapat menular kemanusiaan dan bisa menyebabkan kematian.<br /><br />Gejala yang dialami oleh orang yang terinfeksi virus flu burung memang mirip dengan penyakit flu biasa, yakni batuk, pilek, demam, pusing, rasa lemah, ngilu-ngilu yang terjadi selama satu hingga dua minggu.<br /><br />Selain memberikan instruksi kepada Puskesmas untuk waspada terhadap pasien yang berobat, Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur juga melakukan pengecekan terhadap kesediaan stok obat tamiflu.<br /><br />"Persediaan obat tamiflu di seluruh Puskesmas masih mencukupi dan bisa dipergunakan, jumlahnya ada sebanyak 900 botol," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>