Rumitnya Cairkan Beasiswa Miskin

oleh

Rupanya, proses pencairan Besiswa Miskin (BSM) di Kabupaten Sintang, tidak semudah seperti yang digaungkan di media-media massa di Pulau Jawa. <p style="text-align: justify;">Kondisi tersebut dialami sendiri oleh seorang siswa Kelas 1 SMPN No 4 Sungai Tebelian bernama Toni dari Desa Melayang Sari.<br /><br />Dikisahkan Toni, bahwa dirinya sudah 2 kali akan mencairkan BSM ini di Bank Kalimantan Barat (bank kalbar). Kali pertama, dirinya membawa semua persyaratan yang diminta, namun karena tidak didampingi oleh orang tua, perjalalan sejauh 90 KM (PP) menjadi sia-sia. Kemudian, anak yang tinggal dengan neneknya ini karena orang tuanya berada di Kecamatan lain, mencoba membawa pamannya ke Bank Kalbar, namun dengan alasan tidak didampingi orang tua, pencairan kembali ditolak.<br /><br />“Bagaimana saya harus membawa orang tua saya, selain orang tua saya tidak punya sepeda motor juga memang tidak pandai membawa sepeda motor. Dengan begitu, perjalanan jauh yang harus melalui jalan rusak dan perkebunan kelapa sawit selama 2 kali, semuanya sia-sia,” tuturnya kepada kalimantan-news,  Kamis (09/01/2014).<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang melalui Sekretarisnya, Marchues Afen ketika dihubungi Kalimantan-news juga membenarkan rumitnya pencairan BSM kali ini. Menurut pejabat Eselon III. a ini, Kepala Dinas juga pernah memprotes keras persyaratan pencairan BSM yang rumit tersebut.<br /><br />“Itu baru dari Kecamatan Sungai Tebelian, bayangkan bagaimana dengan para siswa yang dari Kecamatan Ambalau dan Serawai yang harus menempuh jalur sungai. Di 2 Kecamatan ini, pada kondisi tertentu biaya untuk menuju Sintang sama dengan biaya ke Jakarta,” ucapnya. <strong>(das/Luc) </strong></p>