Rusia Minati Rotan Katingan Kalteng

oleh
oleh

Kualitas rotan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah memiliki mutu sangat baik dan merupakan potensi yang bagus untuk ditawarkan ke Rusia yang memang menyatakan minatnya. <p style="text-align: justify;">"Setelah meninjau hasil produksi rotan Katingan, Kedubes Rusia berminat untuk memesan dan memasarkannya," kata Duta Besar (Dubes) Fungsional untuk Amerika dan Eropa (Amerop), Dirjen Perdagangan Kemenlu Eddi Hariyadhi ketika meninjau produksi rotan Kabupaten Katingan, di Desa Hampangen, Jumat.<br /><br />Tambahnya, kunjungannya ke Kalteng kali ini adalah untuk melihat langsung hasil produksi rotan yang ada di Kabupaten Katingan, guna melakukan promosi ke negara Eropa dan Amerika.<br /><br />Selain itu, salah satu dari rombongan yang ikut serta merupakan salah seorang staf di Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia langsung menyatakan minatnya, dan Rusia ingin memesan dalam jumlah yang besar.<br /><br />Namun, dari segi desain produksinya Rusia akan membuat sendiri, tetapi untuk produksi dan bahan baku tetap diimpor dari rotan Katingan.<br /><br />"Pasar Rusia sangat potensial untuk ditembus produksi rotan Katingan," tegasnya.<br /><br />Sebab, selama ini Rusia selalu memesan berbagai kerajinan tangan asal jepara. Akan tetapi Katingan memiliki keunggulan tersendiri, karena bahannya dari rotan dan berbeda dengan kerajinan yang ada di Rusia.<br /><br />Lebih lanjut Eddy menambahkan, bahwa pihaknya sudah membicarakan hal tersebut dengan Bupati Katingan Duwel Rawing, dimana Bupati menyatakan kesanggupannya untuk memproduksi kerajnan rotan secara massal.<br /><br />Kendati masih terkendala dengan tenaga ahli untuk mengolah rotan, tetapi berdasarkan pengakuan Bupati, Katingan mampu untuk memenuhi order Rusia. Bahkan, rasa optimisme tersebut diutarakan Bupati di hadapan salah seorang staf Dubes Rusia yang ikut rombongan.<br /><br />Terpisah Bupati Katingan Duwel Rawing mengatakan, Katingan mempunyai rasa optimis yang besar mampu memenuhi order dari Pemerintah Rusia.<br /><br />Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan produksi masal dengan meminta ahli dari luar Kalteng membantu produksi.<br /><br />Duwel mengakui, dengan melimpahnya potensi dan bahan baku rotan yang ada di Katingan, pihaknya mampu memenuhi order, tetapi memang masih terkendala tenaga ahli dan akan didatangkan dari luar Kalteng.<br /><br />Bukan hanya itu, melihat peluang yang ada, tidak menutup kemungkinan pabrik yang ada juga akan dibuat menjadi lebih besar.<br /><br />Diinformasikannya, produksi rotan Katingan berdasarkan data terakhir yang ada mencapai 600 hingga 700 ribu ton, belum termasuk produksi yang belum dilaporkan.<br /><br />Namun, yang mampu dikelola hanya berkisar 50 ribu ton saja, sisanya harus dikirim ke luar daerah.<br /><br />"Dengan adanya pesanan dari rusia, seluruh bahan baku akan dibuat dan kita akan mendatangkan tenaga ahli untuk mengolahnya," ungkapnya.<strong> (das/ant)</strong></p>