Rusia Tertarik Industri Pangan Di Kalbar

oleh

Sejumlah pengusaha Rusia tertarik mengembangkan bisnis di bidang industri pangan terutama buah-buahan eksotik asal Indonesia khususnya Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Ini hasil pertemuan dengan sekitar seratus pengusaha Rusia dengan rombongan Pemprov Kalbar," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Hazairin saat dihubungi di Moscow dari Pontianak, Kamis.<br /><br />Pemprov Kalbar dipimpin Sekda M Zeet Hamdy Assovie menghadiri Indonesia Agriculture Investment Forum yang difasilitasi Kementerian Pertanian dan Kedubes RI di Rusia.<br /><br />Menurut Hazairin, sektor yang ditawarkan diantaranya bidang pertanian, termasuk kawasan pangan, buah dan sayur, perkebunan, sawit dan karet serta bidang peternakan.<br /><br />Selain Kalbar, ada delapan provinsi lain yang ikut dalam kegiatan tersebut. Kalbar mendapat kesempatan untuk mempresentasikan bidang tanaman pangan dan perkebunan.<br /><br />"Kami tawarkan konsep food estate, buah-buahan serta sawit dan karet termasuk CP0. Investasi di bidang hulu serta juga hilirnya," kata Hazairin yang juga Plt Kadis Perkebunan Provinsi Kalbar itu.<br /><br />Presentasi itu dilakukan dihadapan sekitar 100 pengusaha di bawah naungan asosiasi, semacam Kadin, setempat yang dipimpin Mr Sergei.<br /><br />"Pak Sekda langsung menawarkan ke Ketua Kadin Rusia potensi-potensi di Kalbar," katanya.<br /><br />Kebetulan, empat kepala daerah yakni dari Mempawah, Bengkayang, Kubu Raya dan Kayong Utara, ikut serta sehingga dapat berdiskusi langsung.<br /><br />Sementara sebagai ketua delegasi, Sekda Kalbar M Zeet Hamdy sangat aktif melakukan "one on one meeting" dengan beberapa pengusaha Rusia.<br /><br />"Mr Sergei sangat merespon forum bisnis ini, khususnya di bidang pertanian," katanya. Pada Januari lalu, ia pernah membawa 40 pengusaha Rusia ke Indonesia. (das/ant)</p>