Rutan Landak Keluhkan Listrik Sering Padam

oleh

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Landak Kalimantan Barat mengeluhkan listrik yang disuplai dari Perusahaan Listrik Negara setempat sering padam. <p style="text-align: justify;"><br />"Kendala yang kami hadapi sarana prasarana penerangan listrik yang sering adanya pemadaman dalam satu hari sampai 5 hingga 6 kali," kata Kepala Rutan Landak Heru Yuswanto di Ngabang, Minggu.<br /><br />Pihaknya tidak tahu letak permasalahannya. Padahal pada awal 2011 sudah pernah menghubungi PLN Ranting Ngabang agar dilakukan pemindahan jalur kota. Tapi pihak PLN mengaku pemindahan jaringan berkaitan anggaran belum mencukupi.<br /><br />"Jadi listrik di Rutan Landak masih jalur pedesaan yaitu arah Serimbu Kecamatan Air Besar. Jujur ya, kalau kami pakai mesin genset sendiri anggaran kami untuk beli solar terbatas," ujar Heru Yuswanto.<br /><br />Ia menegaskan, penerangan di lingkungan Rutan sangat menjadi prioritas karena berdampak keamanan para narapidana dan pembinaan, serta kegiatan kantor menjadi terhambat jika listrik tidak normal.<br /><br />"Kalau malam listrik padam sangat riskan bisa terjadi pelarian narapidana, karena petugas kami terbatas. Jadi memang kami berharap PLN Ngabang untuk bisa membantu untuk mencari jalan solusi jalur atau jaringan yang ada di Rutan," harap Heru Yuswanto.<br /><br />Selain listrik, lanjut Heru, di Rutan juga terkendala air bersih. Selama ini mengandalkan air tadah hujan juga mengambil dari mata air yang jauh dari luar tembok Rutan. "Kita sedot dan ditampung, nah untuk mesin air tentu juga membutuhkan listrik," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>