Sail Indonesia yang kemudian ramai dibicarakan, dan mulai diakomodir sejumlah wilayah di Indonesia, bermula dari pelayaran sejumlah sailers dari darwin Australia untuk berkunjung melihat keindahan alam Indonesia dengan pintu masuk Pulau Dewata. <p style="text-align: justify;">Sejumlah Sail ke Indonesia kemudian menjadi incaran daerah untuk memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki sekaligus menjadikan Objek Wisata sebagai Lokomotof membangun Daerah.<br /><br />Setelah Sail Bali, Bunaken, Morotai di Maluku, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur, menyodorkan pelayaran dari Darwin Australia menuju Nusa Tenggara Timur dengan ikon terbesar di propinsi Nusa Cendana ini, yakni Komodo. Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat akan menjadi titik terakhir para Sailers yang akan tiba di titik itu pada sekitar 14 September 2013 mendatang.<br /><br />21 Kabupaten Kota di NTT, saat ini tengah berbenah diri untuk menyambut kunjungan ribuan Yacht peserta Sail dari Darwin menuju NTT.<br /><br />Pemerintah Propinsi mengajak pimpinan Kabupaten Kota di daerah itu untuk melalukan berbagai persiapan, termasuk menata kembali 1.117 objek wisata unggulan, yang diharapkan akan disinggahi wisatawa mancanegara, yang tentunya berdampak ekonomi pada setiap daerah yang akan disinggahi.<br /><br />Para guide diharapkan mampu memperkenalkan sekaligus menjual produk wisata daerah masing, masing. Sejumlah destinasi atau wilayah singgah selain daratan Timor, Kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur Sikka, Ende, dan serta objek wisata pegunungan, akan didatangi para sailers, meski Pemerintah Propinsi akan berusaha agar tidak semua Sailers berada hanya pada satu daerah singgah, dengan pertimbangan pergerakan ekonomi melalui promosi wisata, merata pada di semua daerah persinggahan.<br /><br />Demikian penuturan Eden Kalakik, Kepala Seksi Produk Wisata pada Dinas Pariwisata NTT. Eden mengatakan, pihaknya akan berusaha agar sailers tidak hanya ada di satu titik, itu berarti dibutuhkan kemampuan guide untuk mempromosi sekaligus menjual potensi wisata daerah masing masing. banyak sailers yang belum mengenal NTT, maka dibutuhkan langkah itu.<br /><br />Para Sailers tidak hanya berlayar dan berwisata. Ada misi lain yang permah dilakukan para Sailers dan ini akan dilanjutkan pada tahun ini.<br /><br />"Misalnya di tahun 2012 lalu, para pelayar telah melakukan usaha perbaikan Sumber Daya Manusia NTT, dengan memberikan Bea Siswa bagi 240 anak Sekolah Dasar dari kalangan kurang mampu. Melalui koordinator Sailers di Darwin Australia, langkah itu dilakukan, diharapkan berlanjut tahun ini, saat Sail Komodo.<br /><br />" Kami tengah melakukan koordinasi dengan Koordinator Bea Siwa Sailer di Kupang, yakni Bapak Fred Oematan, untuk mendata anak anak kurang mampu agar bisa dibantu". Eden Kalakik memberi contoh.<br /><br />Sailers pun melihat kemampuan prestasi anak anak. Jika pada semester pertama hingga ketiga, anak tidak mampu meningkatkan prestasinya, maka Bea Siswa akan dicabut." Bea siswa itu juga diberikan langsung kepada anak, tidak melalui Pemerintah, " lanjut Eden Kalakik.<br /><br />Technical Meeting bagi pelaku wisata di Nusa Tenggara Timur, akan berlangsungdi Jakarta pada 24 Juli 2013 mendatang, untuk kesamaan gerak, menjemput momen kunjungan International ini, melalui Sail Komodo 2013. <strong>(das/gby/rri)</strong></p>


















