Hujan deras yang mengguyur kota Sintang selama 3 hari berturut-turut, sangat meresahkan warga yang bermukim diseputar pasar tradisional Masuka. <p>Pasalnya, dari pengalaman yang sudah-sudah, baru diguyur hujan sehari saja kawasan tersebut sudah tergenang banjir berhari-hari.<br /><br />Hasil pantauan kalimantan-news.com ke kawasan dimaksud, mendapati bahwa sejak saluran yang memotong ruas jalan Sintang-Tempunak mulai dibuka, volume genangan sudah menurun drastis. <br /><br />Pada open space (halaman terbuka) sekitar pasar yang semula selalu digenangi banjir, saat itu nampak kering. Kondisi serupa juga terlihat di komplek perumahan didalam Gg. MTSn. Kawasan yang masih tergenang, hanya terdapat di komplek perumahan yang terletak dibagian belakang pasar. Sejumlah warga setempat yang sempat ditemui hari Selasa (07/05/2013) kemarin, hanya berharap agar saluran gorong-gorong kearah sungai Kapuas segera dirampungkan.<br /><br />Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Askiman yang saat dikonfirmasi melalui telepon baru saja usai menghadiri pertemuan di kantor Satuan Kerja (satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kalimantan Barat, menjelaskan. <br /><br />Pelaksanaan kegiatan melebarkan saluran tersebut, baru dapat dimulai karena menunggu penyelesaian dengan warga yang lahannya tidak dapat tidak harus dilewati bangunan saluran.<br />“Setelah dilakukan penggalian, ternyata gorong-gorong yang terpasang semula ukurannya hanya berdiameter 0,60 M. Dalam kegiatan pelebaran ini, gorong-gorong ini akan diganti dengan yang berukuran 1,0 M”, tuturnya.<br /><br />Masih menurut Askiman, selain melebarkan saluran yang telah ada, Dinas PU juga masih mengupayakan mencari lokasi untuk membuat saluran baru. Dan khusu untuk kegiatan pelebaran ini, selambatnya harus rampung pada bulan Juni 2013 mendatang, ucapnya. (das/Luc)</p>


















