Samarinda Latih 50 Anak Putus Sekolah

oleh

Sebanyak 50 anak putus sekolah dari berbagai panti asuhan mendapatkan pelatihan teknik dasar pengelasan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dengan dana dari pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;">Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, Jumat mengatakan, pelatihan "Las Dasar Menuju Kompetensi Migas untuk Pemberdayaan Masyarakat" berlangsung dua bulan di Workshop SMKN 2 bertujuan membekali para peserta dengan keterampilan untuk memasuki dunia kerja.<br /><br />"Anggaran pelatihan ini, merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Kami berharap, setelah berhasil mengikuti bimbingan selama dua bulan, para peserta sudah siap langsung bekerja," kata Syaharie Jaang.<br /><br />Ia memberi apresiasi digelarnya pelatihan teknik dasar pengelasan kepada para anak putus sekolah tersebut dan mengingatkan para peserta agar selama pelatihan juga tetap mengedepankan keselamatan kerja.<br /><br />"Mengingat, dunia las ini juga berhubungan dengan api sehingga saya minta alat keamanan kerja harus diperhatikan selama melakukan praktik lapangan," ujar Syaharie Jaang.<br /><br />Pemerintah Kota Samarinda lanjut Syaharie Jaang juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memberi perhatian melalui pendanaan pelatihan anak putus sekolah, agar memiliki keterampilan sebagai ilmu yang akan dituangkan dalam dunia kerja nantinya.<br /><br />"Sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih banyak mengedepankan teori sehingga tidak bersentuhan dengan kompetensi dunia pekerjaan. Tentu, dengan adanya pelatihan yang digagas SMKN 2 Samarinda ini, nilainya sangat bermanfaat bagi mereka yang memang belum memiliki keterampilan," katanya.<br /><br />"Apalagi saat ini, bisa dikatakan, banyak orang pintar tetapi tidak sukses dalam dunia kerja karena tidak bisa menciptakan kerja tim. Pesan saya, agar mereka nanti bekerja profesional dan displin karena karena kesuksesan itu bisa diraih melalui kerja keras dan selalu berdoa," ujar Syaharie Jaang.<br /><br />Ia juga meminta agar kegiatan pelatihan seperti seperti itu lebih ditingkatkan di semua sekolah.<br /><br />"Tidak cukup dengan teori saja namun harus dipraktikkan agar ilmu bisa dilatih terus. Kepada generasi muda, jangan mudah putus asa bila mencari pekerjaan, jangan takut terjatuh dan kalau mencari pekerjaan disarankan bersinergi dengan keahliannya. Hargai dulu profesinya nanti kalau belum dapat baru bisa mencoba pekerjaan yang lain," kata Syaharie Jaang. (das/ant)</p>