Sanggar Senam Chandy Latih Pesenam Belia

oleh

Sanggar senam Chandy Citra Berau melatih pesenam belia berusia 7-15 tahun guna mencari mencari bibit-bibit pesenam muda dan sekaligus memasyarakatkan olah raga senam sejak dini. <p style="text-align: justify;">"Pelatihan senam anak usia dini, sangat mudah dalam mendidik, karena tubuhnya masih sangat lentur," ujar Chandy, intruktur senam di Sanggar Senam Chandy, Gang Veteran Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa.<br /><br />Di samping ingin melahirkan pesenam-pesenam cilik, Chandy berobsesi anak didiknya dapat berlaga tidak hanya di Kabupaten Berau, tetapi di luar Berau dan Kaltim.<br /><br />Baru-baru ini sebanyak 32 anak didik yang mengikuti pelatihan di Sanggar Senam Chandy ikut bertanding di Semarak Berau Competition (SBC) di Gedung Bulutangkis DPRD Berau.<br /><br />"Alhamdulillah ada enam anak yang mengantongi gelar juara, mulai dari juara 1, 2, 3 serta harapan 1 dan harapan 3. Meskipun ada pula anak didik yang tidak mendapatkan juara nomor kejuaraan, namun kejuaraan perdana yang diikuti, untuk melatih mental mereka, dan mengajarkan mereka untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas," katanya.<br /><br />Adapaun anak didik yang tidak mengantongi gelar juara nomor kejuaraan di kegiatan lomba senam aerobik, katanya, akan menjadikan ajang kejuaraan itu sebagai motivator dan evaluasi, lantaran dari seluruh anak didik, jadwal latihan mereka ada yang kurang disiplin.<br /><br />"Juga ada jadwal latihan yang tabrakan dengan jadwal les. Anak-anak yang mendapatkan nomor juara adalah anak anak yanga rajin ikut berlatih. Saya berharap tumbuh pesenam muda yang memiliki mental tangguh, menjunjung tinggi sportivitas," ujarnya.<br /><br />Ia juga berharap, Kabupaten Berau ke depan memiliki banyak atlet senam, dan jangan sampai "membeli" atau mendatangkan atlet dari luar Berau.<br /><br />"Lebih baik mencari bibit sejak dini, terus dididik dan dibina. Jika ada kejuaraan aerobik di luar Kabupaten Berau, akan diikutkan bertanding untuk membawa nama Berau dan Kaltim," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>