Data sementara hasil sensus sapi dan kerbau di Sintang yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sintang diketahui total sapi potong di Sintang mencapai 9510 ekor dan kerbau 492 ekor. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Kepala BPS Kabupaten Sintang, Buyung Sukowati kepada kapuas Post beberapa hari lalu.<br /><br />“Itu baru data sementara hasil entri dari petugas dilapangan, kalaupun berubah datanya tidak akan terlalu jauh dari data tersebut,” ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan salah satu tujuan dari pelaksanaan sensus tersebut adalah untuk mendata jumlah ril sapi maupun kerbau yang ada di Indonesia dalam kaitan dengan program menuju swasembada daging sapi.<br /><br />“Yang didata adalah jumlah sapi perah, sapi potong dan kerbau yang ada di seluruh Kabupaten Sintang,” imbuhnya.<br /><br />Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Wiryono mengatakan hasil sensus ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam mengejar target swasembada.<br /><br />“Kebutuhan daging setiap tahunnyameningkat, tidak sebanding dengan pertumbuhan ternak sapi, namun kita tetap akan upayakan untuk terus meningkatkan populasi sapi memalui berbagai program,” imbuhnya.<br /><br />Dari perhitungan yang dilakukan, sebenarnya Sintang setiap tahunnya butuh penambahan 500-700 ekor sapi, namun dengan anggaran baik dari pusat maupun melalui APBD hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam jumlah sedikit.<br /><br />“Pemotongan sapi di Sintang tiap tahunnya lebih dari 4500 ekor, bahkan dalam kota saja sehari bisa 10-12 ekor, sebagian besar masih didatangkan dari luar,” tukasnya.<br /><br />Ia melihat pengembangan ternak sapi di Sintang sangat potensial karena lahan yang terhampar luas dengan pakan dari alam yang tersedia melimpah.<br /><br />“Selain itu kultur sosial masyarakat yang lama mengenal peternakan sapi sehingga saya yakin kedepan pertumbuhan ternak sapi di Sintang akan semakin baik,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>














