Sarawak Belum Respon Permintaan Tambahan Pembelian Listrik

oleh

Pihak Sarawak Energy Berhad hingga kini belum merespon permintaan PT PLN Wilayah Kalimantan Barat untuk menambah pembelian energi listrik di tiga lokasi di kawasan perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Permintaan itu sudah diajukan secara resmi melalui surat tertanggal 14 Maret lalu ke pihak Sarawak Energy Berhad di Kuching," ungkap Manajer Teknik PT PLN Wilayah Kalbar, Andreas Heru Sumaryanto di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurut dia, dari tiga lokasi yang diajukan penambahan tersebut, satu diantaranya merupakan sambungan baru.<br /><br />Saat ini ada dua lokasi di Kalbar yang listriknya dipasok dari Malaysia, yakni di Sajingan (Kabupaten Sambas) dan Badau (Kabupaten Kapuas Hulu). Sajingan berbatasan langsung dengan Biawak (Sarawak) sedangkan Badau dengan Lubok Antu (Sarawak).<br /><br />PLN membeli listrik dari Sarawak untuk Sajingan dengan kapasitas 200 kilo volt Ampere (kvA), dan Badau 400 kvA.<br /><br />Berdasarkan surat nomor : 0190/043/WKB/2012 perihal "Kalimantan Border International" yang dikeluarkan PLN Wilayah Kalbar itu, permintaan penambahan untuk Sajingan menjadi 800 kvA.<br /><br />"Sementara Badau dari 400 kvA menjadi 800 kvA," kata Andreas Heru Sumaryanto.<br /><br />Sedangkan satu koneksi baru antara Entikong (Kabupaten Sanggau) dengan Tebedu (Sarawak) besarannya 800 kvA.<br /><br />Ia mengungkapkan, sebenarnya ada satu lokasi lagi yang rencananya akan mendapat pasokan listrik dari Malaysia. "Di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang yang berbatasan dengan Serikin, Sarawak," ujar dia.<br /><br />Namun, lanjut dia, pihak Sarawak menolak karena Jagoi Babang terlalu jauh untuk dijangkau jaringan listrik mereka.<br /><br />Andreas Heru mengatakan, Entikong termasuk yang paling siap kalau pembelian tersebut terwujud. "Infrastrukturnya sudah siap. Sebenarnya, tinggal dibayar saja," kata dia.<br /><br />Ia mengakui, alternatif pembelian listrik dari Malaysia untuk jangka pendek dengan pertimbangan lebih murah dibanding listrik yang dihasilkan PLN.<br /><br />Ia memperhitungkan dalam satu liter solar untuk mesin pembangkit yang dimiliki PLN hanya menghasilkan sekitar tiga kilo Watt Hour (kWH). Satu liter solar untuk mesin pembangkit milik PLN harganya sekitar Rp8 ribu. Sedangkan kalau membeli listrik dari Malaysia, 30 sen ringgit Malaysia per kWH atau sekitar seribu rupiah ditambah pajak.<br /><br />"Ada selisih yang cukup tinggi dan dari segi bisnis ini memungkinkan dan paling layak untuk sementara," kata dia menegaskan. Meski membeli listrik dari Malaysia, namun PLN tetap menyiapkan program jangka panjang kemandirian energi di wilayah perbatasan melalui pembangunan sejumlah pembangkit listrik.<br /><br />Ada lima kabupaten di Kalbar yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia yakni Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang dan Sambas. <strong>(phs/Ant)</strong></p>