Sat Lantas Melawi, Amankan Belasan Motor

oleh

Aksi balapan liar di wilayah Nanga Pinoh masih sering terjadi, terutama di jalan antara kilometer 1 hingga kilometer 7. Dimana para pelaku balapan liar sendiri kebanyakan dilakukan oleh para remaja dan anak muda di usia pelajar SMA. Balapan liar tersebut sangat membuat resah, terutama para pengguna jalan. <p style="text-align: justify;">Aksi yang meresahkan itupun menggerakan ati para Anggota Satuan Lalulintas Polres Melawi untuk melakukan penertiban. Hasil penertiban itupun membuahkan hasil. Sebanyak 18 unit kendaraan yang digunakan untuk balap liar diamankan Sat lantas di Pos Lantas Nanga Pinoh.<br /><br />Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah kendaraan balap liar sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penertiban balapan liar yang kerap terjadi di Jalan juang km 1 dan jalan Kota Baru Km 7 Nanga Pinoh.“Ada 18 motor kita amankan dari balapan liar tersebut dan  Sekarang kita simpan di pos lantas,” ungkapnya kepada sejumlah media, Kamis (30/3).<br /><br />Dari penertiban razia balapan liar itu, lanjut mantan Kapolsek Belimbing ini hampir sebagian besar masih berstatus pelajar. <br /><br />“Orang tuanya kita minta untuk datang ke pos lantas untuk kita berikan penjelasan terkait aksi balapan liar, agar tidak diulangi. Karena membahayakan bagi pengguna jalan yang lain,”  jelasnya.<br /><br />Selain merajia balapan liar, pihak Satlantas Polres Melawi juga terus melakukan penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Bahkan pada toperasi simpatik tahun 2017 ,ungkap Aang pihaknya sudah menyita ratusan knalpot racing para pengendara.<br /><br />“Ada ratusan knalpot racing dimusnahkan selama operasi simpatik 2017. Trennya sekarang sedang mulai banyak lagi paska razia. Kita akan rajialagi,jadi jangan coba coba pengendara menggunakan knalpot racing, kita copot langsung,” tegasnya<br /><br />Dia menghimbau kepada pengendara sepeda motor maupun mobil. Kepada penjual-penjual knalpot racing juga diharapkan kerjasamanya dengan tidak menjual barang tersebut. “Ini demi kenyamanan kita semua,” harapnya. (KN)</p>