Satgas Ops Bina Karuna Polres Melawi Cek Peralatan dan Simulasi Penanggulangan di PT AAK

oleh

MELAWI, KN – Kebakaran hutan dan lahan sering kali terjadi pada pertengahan tahun. Kebakaran terjadi selain faktor alam (musim kemarau) juga merupakan campur tangan manusia.

Dalam rangka mengecek kesiapsiagaan sarana dan prasarana pendukung lainnya digunakan dalam memadamkan kebakaran serta memberikan pelatihan, Satgas Operasi Bina Karuna Polres Melawi dipimpin Waka Ops Res Bina Karuna (Wakapolres Melawi) Kompol Agus Mulyana, S.E., M.M didampingi Kapusdal Ops (Kasat Binmas) Iptu Haryono, Kapolsek Kota Baru Iptu D.M. Panjaitan dan Anggota yang terlibat dalam “Operasi Bina Karuna Kapuas 2020” menyambangi PT. Adau Agro Kalbar (Perusahaan Sawit) yang terletak di Kecamatan Tanah Pinoh Kabupaten Melawi, Minggu (26/7/2020).

Dalam kegiatan ini dihadiri juga oleh pimpinan dan manajemen PT Adau Agro Kalbar, Tim Damkar dari Pontianak dan Tim pencegahan Karhutla PT Adau Agro Kalbar berjumlah 30 Orang.

Kegiatan dimulai dengan apel latihan penanggulangan karhutla, Dilanjutkan pengecekan alat pemadam api milik PT Adau Agro Kalbar (AAK) oleh Wakapolres Melawi Kompol Agus Mulyana dan rombongan. Dan diakhiri dengan latihan pemadam api yang dilaksanakan oleh tim dari Perusahaan Adau Agro Kalbar dikomandoi oleh Waka Ops Res Bina Karuna Polres Melawi.

Waka Ops Res Bina Karuna Polres Melawi (Wakapolres) Kompol Agus Mulyana, S.E., M.M menyampaikan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama dan seluruh masyarakat wajib ikut terlibat secara aktif dalam mencegah daripada Karhutla.

“Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan tanggng kita semua, Kita wajib ikut secara aktif mencegah Karhutla ini,” ajaknya.

Waka pun menjelaskan banyak dampak negatif jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Mulai dari rusaknya ekosistem yang ada dialam liar, perubahan iklim, keterpurukan ekonomi, terganggunya segala aktivitas sehari-hari, terganggunya arus transportasi udara, laut dan darat. Dan hubungan luar Negeri menjadi renggang karena Negara Republik Indonesia dianggap gagal mencegah Karhutla. Lebih mirisnya lagi terganggunya kesehatan masyarakat, terlebih ditengah pandemi Covid-19 yang belum surut.

Dalam kesempatan tersebut Kompol Agus Mulyana juga mengapresiasi pihak perusahaan PT Adau Agro Kalbar yang telah dengan siap, Mulai dari adanya Tim tanggap cepat pemadam kebakaran (Karyawan) serta segala prasarana pendukung lainnya telah lengkap dan siap digunakan sewaktu-waktu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di area perkebunan sawit milik PT Adau Agro Kalbar.

“Memang protapnya setiap perusahaan wajib memiliki sarana dan prasaran untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Dan memiliki embung air untuk menampung air jika terjadi kemarau berkepanjangan dan untuk memudahkan dalam mengambil air jika terjadi kebakaran,” jelasnya mengakhiri.

Penulis : Oktavianus