Satpol PP Kotabaru Tertibkan Gepeng

oleh

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan segera menertibkan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang berkeliaran di sejumlah pasar dan permukiman di wilayah perkotaan. <p style="text-align: justify;">Kepala Satpol PP Kotabaru, H. Sutomo, Selasa mengatakan, gepeng dan gelandangan akhi-akhir ini banyak berkeliaran dinilai sebagian warga sudah meresahkan, dan mengganggu masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">"Dalam waktu dekat kita akan terjunkan anggota untuk melakukan razia para gepeng dan gelandangan yang biasa berkeliaran di pasar dan permukiman penduduk," ujarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Sutomo mengimbau para Kepala Desa dan Ketua RT di "Bumi Saijaan" khususnya diperkotaan, agar mewaspadai terhadap para pendatang yang berasal dari luar daerah.</p> <p style="text-align: justify;">"Ketua RT dan Kepala Desa harus saling berkoordinasi, untuk mengantisipasi masuknya pendatang dari luar daerah yang akan menekuni profesi gepeng," tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Menyikapi maraknya tempat tinggal dan toko yang dijadikan usaha budidaya asarang burung walet, Satpol PP juga segera menertibkannya.</p> <p style="text-align: justify;">"Karena masih banyak bangunan yang belum memiliki izin," tandasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Sutomo, pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada para pemilik bangunan sarang burung walet agar secepatnya mengurus izin.</p> <p style="text-align: justify;">"Padahal Peraturan Bupati (Perbub) sudah ada, akan tetapi masih banyak bangunan yang belum memiliki izin," jelasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, lanjut Sutomo, baru dua bangunan yang sudah mendapatkan izin untuk usaha sarang burung walet. Sementara, 12 izin masih dalam proses dan 18 baru mendaftar.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut dia, pemerintah daerah banyak memberikan kemudahan kepada para pengusaha, diantaranya bagi mereka yang berusaha di daerah kecamatan, mereka bisa mengurus izin sarang burung walet cukup dikecamatan. Bangunan sarang burung walet yang ada di kecamatan, izinnya diserahkan wewenangnya kepada kecamatan setempat.</p> <p style="text-align: justify;">"Kalau di daerah luar kota, memang izinnya ke Camat," ujarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara bangunan yang ada di ibukota kabupaten izin ada di Dinas Peternakan atau perizinan terpadu. Dalam Perbup tersebut, salah satunya jarak lokasi bangunan sarang burung walet dengan rumah warga. Jarak minimal sarang burung walet dengan rumah warga sekitar 200 meter, kurang dari itu jelas sudah melanggar peraturan<strong>.(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><br /> </p>