Satpol PP Sita Ratusan Liter Premium Pengecer

oleh

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu belakangan gencar melakukan razia terhadap pengecer bahan bakar minyak (BBM) yang menjual melebihi harga eceran tertinggi (HET). <p style="text-align: justify;">"Kami ingin menertibkan para pengecer yang menjual BBM melebihi dari HET, baik untuk solar atau premium. Dalam waktu dua hari ratusan liter bensin terpaksa kami sita dari pengecer," kata Kepala Satpol-PP Kota Palangka Raya Basirun Sulang, di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />HET yang ditetapkan Pemerintah Kota Palangka Raya hanya sebesar Rp5.500 per liter untuk bensin, namun pada kenyataannya pengecer masih menjual dengan harga berkisar antara Rp6.000 – Rp8.000.<br /><br />Ia mengatakan, hari pertama penertiban jumlah pengecer yang berhasil diamankan sebanyak 60 orang dengan bensin sitaan berjumlah 119 liter. Sedangkan pada hari kedua pihaknya berhasil mengamankan 89 liter bensin dari 14 pengecer yang tersebar di Jalan RTA Milono, Jalan Seth Adji, Jalan Yos Sudarso, maupun di Jalan Kinibalu.<br /><br />"Sementara ini kami hanya memberikan teguran untuk para pengecer tersebut, dan meminta mereka membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," ucap Basirun.<br /><br />Pihaknya mengungkapkan, selain mengenakan sanksi administrasi kepada para pengecer tersebut, saat ini barang bukti berupa ratusan liter premium itu masih diamankan di markas Satpol-PP Palangka Raya.<br /><br />Basirun juga menegaskan, apabila yang bersangkutan kembali terbukti mengeluangi perbuatannya dengan menjual BBM di atas HET yang ditentukan dengan peraturan Wali Kota. Pihaknya terpaksa akan mengambil tindakan tegas dengan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.<br /><br />"Kami akan terus melakukan penertiban BBM itu sampai antrean yang terjadi di setiap SPBU kawasan setempat sudah mulai kembali normal," jelasnya.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat penertiban besar-besaran juga akan kembali dilaksanakan yang melibatkan beberapa instansi tersebut.<br /><br />"Penertiban tersebut meliputi pengawasan SPBU, pangkalan minyak tanah, serta memeriksa para pengecer premium atau solar, untuk mengenai waktu masih kami rahasiakan," ujarnya.<strong> (das/ant)</strong></p>