Satpolair Periksa Kelotok Antisipasi Kejahatan Sungai

oleh

Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banjarmasin melakukan pemeriksaan terhadap kelotok (perahu mesin) yang melintas di Sungai Martapura dan Sungai Barito di kota setempat guna mengantisipasi kejahatan di permukaan sungai. <p style="text-align: justify;"><br />"Pemeriksaan kami lakukan setiap kali melaksanakan patroli, apabila ada kelotok yang dicurigai langsung dikejar dan diberhentikan," tutur Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP Untung Widodo di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Ia mengatakan, biasanya kelotok yang dicurigai diketahui berdasarkan laporan masyarakat yang langsung ditindak lanjuti di lapangan.<br /><br />Selain itu kelotok-kelotok yang melintas pada malam hari menjelang tengah malam dilakukan pemeriksaan baik di dalam kelotoknya maupun pemeriksaan terhadap sopirnya.<br /><br />"Pemeriksaan itu bertujuan siapa tahu di dalam kelotok terdapa benda atau bahan terlarang yang digunakan untuk menangkap ikan dengan cara yang dilarang atau ilegal fishing," ucap pria murah senyum itu.<br /><br />Terus dikatakannya, pada Kamis (23/7) malam sekitar pukul 23.00 wita anggota Satpolair yang melakukan patroli sungai dan melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kelotok yang mencurigakan.<br /><br />Saat kelotok tersebut diberhentikan petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap sopir kelotok yang diketahui bernama Idrus warga Tabunganem Banjarmasin Barat.<br /><br />Dalama pemeriksaan tersebut tidak ditemukan pelanggaran dan Idrus bersama penumpangnya diimbau agar dalam beraktivitas di permukaan sungai jangan membawa senjat tajam ataupun di bawah pengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang.<br /><br />"Pihak Satpolair akan terus melakukan patroli sungai guna antisipasi kejahatan sungai di kota ini dan mengantisipasi adanya aksi ilegal fishing perairan alur laut Sungai Barito," ujarnya kepada Wartawan Antara. (das/ant)</p>