Sebagian Pengungsi Banjir Tanah Bambu Sudah Pulang

oleh

Sebagian besar pengungsi akibat banjir yang terjadi di Kecamatan Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan telah kembali ke rumah masing-masing. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan Bahriansyah di Banjarmasin Minggu mengatakan, banjir yang menggenangi rumah yang dihuni sekitar 14 ribu warga di daerah tersebut kini mulai surut.<br /><br />Dengan demikian, sebagian pengungsi yang selama empat hari tinggal dipenampungan sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk berbenah.<br /><br />"Masih ada ratusan warga yang bertahan di penampungan karena rumahnya yang terletak di dataran yang lebih rendah masih digenangi air cukup tinggi," katanya.<br /><br />Kendati air mulai surut, Bahriansyah berharap warga tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir susulan, mengingat hujan di wilayah Kalimantan Selatan masih turun.<br /><br />Sampai saat ini, kata dia, cuaca masih mendung, sehingga sewaktu-waktu hujan bisa kembali turun dan bisa kembali menyebabkan banjir.<br /><br />Hingga kini, tambah dia, belum diketahui secara pasti total kerugian akibat banjir tersebut, karena air masih menggenangi sebagian besar wilayah Satui dan sekitarnya.<br /><br />Begitu juga dengan lokasi persawahan juga masih dipenuhi oleh air, sehingga belum tahu pasti apakah terjadi kerusakan pada tanaman padi apa tidak.<br /><br />"Kita berharap kalaupun ada kerusakan tidak terlalu besar, sehingga kerugian yang ditanggung masyarakat juga tidak terlalu memberatkan," katanya.<br /><br />Saat ini sebagian besar petugas, baik dari BPBD, dinas kesehatan, dinas sosial dan lainnya masih terus berjaga di posko, untuk membantu masyarakat yang memerlukan, termasuk untuk menjaga stok makanan, sehingga masyrakat selama dipenampungan tidak kelaparan.<br /><br />Begitu juga dengan stok obat-obatan, tambah Bariansyah, masih mencukupi, bila sewaktu-waktu ada masyarakat yang terserang gatal-gatal atau diare yang merupakan penyakit yang selalu menyerang setiap terjadi banjir.<br /><br />Sementara banjir di Kecmatan Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut, yang membanjir sekitar 300 rumah warga juga sudah mulai surut, dan masyarakat juga sudah mulai berbenah.<br /><br />"kalau di Asam-Asam banjirnya tidak terlalu parah, sehingga air dengan cepat surut, tidak seperti di Sungai Danau," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>