Sebanyak 1.880 Siswa SLTA Tidak Lulus UN

oleh

Sebanyak 1.880 siswa SMA sederajat di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, tidak lulus Ujian Nasional (UN). <p style="text-align: justify;">"Jumlah siswa yang tidak lulus UN sebanyak 1.880 orang atau sekitar 77,97 persen dari total peserta UN SLTA 2.411 orang," kata Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kasful Anwar di Amuntai, Selasa.<br /><br />Ia memperkirakan, salah satu penyebab banyaknya siswa yang tidak lulus UN adalah materi soal yang makin sulit.<br /><br />Faktor lainnya, mungkin karena nilai UN bukan lagi sebagai penentu kelulusan siswa dari sekolah sehingga kerumitan materi soal semakin ditingkatkan guna pemetaan perkembangan kualitas pendidikan secara nasional.<br /><br />Menurut dia, tingkat ketidaklulusan siswa yang mencapai 77,97 persen ini belum pernah terjadi pada pelaksanaan UN sebelumnya, sehingga kerumitan soal ditambah penerapan soal berbasis on line diduga menjadi penyebabnya.<br /><br />Terbukti, kata Kasful jumlah siswa yang tidak lulus UN banyak terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menerapkan sistem on line atau komputerisasi.<br /><br />Ketidaklulusan UN di SMK, lanjutnya mencapai 94,11 persen, yakni dari 628 peserta UN hanya 37 siswa yang lulus. Untuk SMA siswa yang tidak lulus sebanyak 387 orang dari sebanyak 591 orang peserta atau sekitar 85.48 persen.<br /><br />Sedang untuk Madrasyah Aliyah sebanyak 902 siswa tidak lulus UN dari jumlah peserta 1.192 orang atau sekitar 75,67 persen. Dan seluruh siswa SLTA di Kabupaten Hulu Sungai Utara dinyatakan lulus pada penilaian akhir sekolah.<br /><br />"Bagi yang belum lulus UN disarankan mengulang UN tahun depan, tepatnya pada Pebruari 2016," kata Kasful.<br /><br />Sebab, katanya lagi siswa sudah lulus sekolah, kemungkinan sudah kuliah diperguruan-perguruan tinggi, sehingga pengulangan UN tahun depan tidak diwajibkan, kecuali jika pihak perguruan tinggi mewajibkan mahasiswa menambah bobot nilai UN, atau diperlukan bagi syarat memasuki suatu lapangan pekerjaan.<br /><br />Pengulangan UN, tuturnya hanya pada mata pelajaran tertentu yang belum mencapai hasil kelulusan, jadi bukan seluruh mata pelajaran yang di ulang.<br /><br />Sementara Dinas Pendidikan HSU, terang kasful tidak melakukan evaluasi khusus terkait kegagalan siswa dalam pelaksanaan UN karena pelaksanaan UN tahun ini bukan penentu kelulusan melainkan sebagai upaya pemetaan kualitas pendidikan.<br /><br />"Namun demikian kita berharap tiap sekolah melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam menjawab soal UN kemaren agar lebih ditingkatkan," katanya. (das/ant)</p>