Sebanyak 14.790 Rumah Warga Terendam Banjir Pemrpov Mulai Salurkan Bantuan

oleh
Rumah Warga di Kabupaten Melawi Yang Terendam Banjir. Poto: Irawan

MELAWI, KN – Banjir yang melanda Melawi, hingga kini masih terjadi. Meskipun kondisi banjir mulai mengalami surut, namun belasan ribu rumah warga masih terendam banjir. Masyarakat melawi masih terus bersiaga dengan banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Sejumlah jalan protokol serta fasilitas umum masih terendam, seperti pasar tradisional, yang membuat para pedagang terpaksa harus berdagang di pinggir jalan utama Nanga Pinoh. Dari data yang diimput badan penanggulangan bencana daerah, ada sebanyak 14.790 rumah warga yang terendam banjir, dan 12.652 kepala kelurga yang terdampak, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 1,954 milyar.

“Tim kita dilapangan masih terus melakukan pendataan, 14.790 rumah terendam itu tersebar disejumlah kecamatan dengan rincian, Kecamatan Nanga Pinoh 3.818 rumah, Tanah Pinoh 2.975 rumah, Sokan 556 rumah, Sayan 2.545 rumah, Menukung 1533 rumah, Ella Hilir 1.253 rumah, Pinoh Utara 1.547 rumah, Belimbing 165 rumah dan Pinoh Selatan 398 rumah,” ungkap Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin, ditemui di Pendopo rumah jabatan Bupati Melawi, Selasa (14/7/2020).

Pemerintah Prov Kalbar, Mulai Salurkan Bantuan. Poto: Irawan

Sementara itu, pemerintah provinsi kalimantan barat mulai menyalurkan bantuan kepada pemerintah darah, untuk disalurkan kembali kepada para korban banjir. Bantuan yang diberikan berupa 19 ton beras, makanan siap saji, perlengkapan tidur, pakaian bayi serta sejumlah bantuan lainnya.

‚ÄúPemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Badan Penanggulangan Nasional Bencana Daerah Kalbar dan Dinas Sosial. Mengirimkan sejumlah bantuan ke Kabupaten Melawi untuk membantu meringankan masyarakat terdampak bencana. Adapun bantuan tersebut seperti berupa beras sebanyak 19 ton, paket laok paok, pakaian bayi, matras, selimut dan lainnya,” ungkap kepala Dinas Pengan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan, Muhammad Munsif, selaku perwakilan pemerintah provinsi yang menyalurkan bantuan.

Pasca disalurkan ya bantuan, pemerintah melawi akan segera menyakurkannya, mengingat situasi banjir yang belum mengalami surut secara signifikan. Banjir dikhawatirkan akan kembali naik, karena kondisi hujan yang terus terjadi.

“Saat ini, pemerintah melawi sudah mendirikan posko di bpbd sebagai sarana informasi banjir, pemerintah juga berencana membangun dapur umum serta tenda pengungsian apabila kondisi banjir tidak mengalami perubahan baik, serta semakin parah,” pungkasnya. (Dedi Irawan)