Sebanyak 15 Bidan Ikuti Pelatihan IUD Dan Implan

oleh

Sebanyak 15 orang Bidan dari Anggatan I mengikuti pelatihan IUD dan implant yang dilaksanakan, Senin (24/10/2011) di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponogoro Kota Putussibau. <p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH dan dihadiri oleh Direktur RSUD Ahamad Diponegoro, Kepala Kantor Pemeberdayaan Perempuan Martha Banang, SH,MM, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Sarbani, SE ,dan sejumlah Kepala Bagian di sekkrtariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. <br /><br />Dalam sambutannya, Nasir mengatakan beratnya tatangan yang dihadapi serta dilihat dari hasil sensus penduduk Tahun 2010 yang mana jumlah penduduk semakin meningkat, maka dituntut usaha lebih keras lagi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan kesempatan kerja yang lebih besar lagi, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan dan Kesehatan, meningkatkan imprastruktur dan memberikan pelayanan public yang lebih baiklagi demi mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. <br /><br />“Salah satu usaha meningkatkan mutu dan kualitas para bidan adalah melalui pelatihan seperti ini,” ujarnya. <br /><br />Dijelaskan Nasir, untuk Kabupaten Kapuas Hulu dalam pelaksanaan pelatihan bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dan RSUD Ahamad Diponegoro Putussibau menyelenggarakan kegiatan kepada sebanyak 90 bidan dan 18 dokter yang pelaksanaanya dilakukan secara bertahap, dan untuk Angkatan I (satu) sebanyak 15 orang bidan, yang dianggap potensial untuk memberikan pelayanan KB dengan IUD dan Implant dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan teknis medis pemasangan IUD dan Ipmlant. <br /><br />“Selain itu agar para Bidan dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang mafaat IUD dan implant serta dapat melaksanakan pelayanan yang benar dan aman,” harapnya. <br /><br />Tidak hanya itu menurut Nasir, dalam memasuki era baru dibidang kesehatan, program KB memerlukan orientasi dan reposisi program secara menyeluruh dan terpadu dimana reoriantasi yang dimaksud harus ditempuh dengan cara menjamin kualitas pelayanan KB yang dapat diakses oleh baik itu pria maupun wanita.<br /> <br />“Yang harus menjadi perhatian yiatu menyiapkan dan menguatkan upaya promosi Nasional gerakan KB secara terus menerus, selain menurunkan angka kelahiran harus juga mampu memenuhi hak reproduksi penduduk, upayakan agar seluruh keluarga yang ingi ber-KB dapat memperoleh Alat Kontarspsi (Alkon) secara gratis dan berkualitas melalui berbagai langkah dan upaya terutama keluarga-keluarga di daerah tertinggal, tingkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya pencapaian program KB ini dengan penajaman segmentasi sasaran sesuai dengan anatomi permasalahan yang ada di lapangan, da hendaknya pelatihan ini dimaknai penting artinya oleh seluruh peserta ,” pintanya. <strong>(timo)</strong></p>