Sebatik Rawan Dijadikan Pintu Masuk Barang Selundupan

oleh

Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara rawan dijadikan pintu masuk penyelundupan barang-barang luar negeri utamanya dari Malaysia. <p style="text-align: justify;">Kepala Pos Kantor Bea Cukai Pulau Sebatik, Yosef di Sebatik, Jumat mengakui bahwa Pulau Sebatik sangat sulit untuk dijaga dari penyelundupan barang-barang dari luar negeri karena terdapat sejumlah titik yang dapat dimanfaatkan oleh para penyelundup.<br /><br />Kerawanan ini tentunya tetap menjadi perhatian bagi Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan, tetapi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki berhubung jumlah personil yang masih minim, katanya.<br /><br />Mengenai penyelundupan barang luar negeri ke Pulau Sebatik ini, dia mengatakan, telah disampaikan kepada pejabat negara dari Jakarta maupun dari Provinsi Kaltim yang berkunjung ke Pulau Sebatik apabila mempertanyakan masalah tersebut.<br /><br />"Kita tidak bisa menutup mata terhadap seringnya lolos barang-barang dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Pulau Sebatik secara ilegal," ujar Yosef.<br /><br />Salah seorang warga Pulau Sebatik bernama Umar, Jumat membenarkan seringnya terjadi penyelundupan barang-barang dari Malaysia dan lain-lainnya masuk melalui Pulau Sebatik secara ilegal.<br /><br />Ia mencontohkan, beras asal Pakistan yang masuk dengan menggunakan perahu ukuran puluhan ton sekali seminggu melalui jalur sungai Ajikuning dekat patok 3 tapal batas Indonesia-Malaysia.<br /><br />Kelihaian penyelundup, kata dia, barang-barang yang dipasok masuk ke Pulau Sebatik dibongkar di wilayah Malaysia dan kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda delapan (truk) masuk wilayah Indonesia.<br /><br />Selain beras, Umar juga mengaku seringkali menyaksikan sendiri proses pembongkaran barang-barang dari luar negeri di sekitar wilayah perbatasan.<br /><br />Namun dia mengaku tidak mampu berbuat apa-apa karena menjadi kewenangan aparat hukum atau penjaga perbatasan. <strong>(das/ant)</strong></p>