Seekor Orangutan Dievakuasi Akibat Kebakaran Lahan

oleh

Seekor orangutan (pongo pygmaeus) harus dievakuasi setelah memasuki hutan di sekitar permukiman warga di Sampit, Kalimantan Tengah karena habitat aslinya rusak akibat kebakaran hutan. <p style="text-align: justify;">"Yang berhasil kami tangkap ini betina berusia antara 17 sampai 19 tahun. Diperkirakan masih ada orangutan di sekitar sini," kata Program Manager Orangutan Foundation Pangkalan Bun, Ade Suharso di Sampit, Rabu sore.<br /><br />Penangkapan dan evakuasi orangutan dilakukan di hutan sekitar Perumahan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Sampit.<br /><br />Beberapa waktu yang lalu, warga pernah melaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah karena melihat dua ekor orangutan berkeliaran di hutan sekitar permukiman warga.<br /><br />Warga khawatir orangutan tersebut masuk ke permukiman dan menyerang warga karena jarak hutan tersebut cukup dekat dengan permukiman.<br /><br />Pada 29 September 2015, Balai Konservasi Sumber Daya Alam mengevakuasi seekor orangutan jantan berusia sekitar 11 tahun dari kawasan yang sama.<br /><br />Kebakaran lahan diduga membuat banyak hutan terbakar sehingga habitat orangutan rusak.<br /><br />Satwa dilindungi ini pun menyelamatkan diri dengan mencari dan mencari makanan ke hutan-hutan yang tersisa, termasuk hutan dekat permukiman penduduk.<br /><br />Tim Orangutan Foundation dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam harus bersusah payah untuk menaklukkan orangutan yang kabur ke huta n bekas terbakar.<br />&lt;br />Tim membutuhkan waktu lebih dari empat jam hingga untuk melumpuhkannya dengan sebuah tembakan bius.<br /><br />"Mereka mencari tempat berlindung karena hutan banyak yang terbakar. Orangutan itu sempat membuat sarang di hutan itu. Orangutan itu juga kelaparan sehingga mencari makanan ke hutan dekat permukiman warga," kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sampit, Muriansyah.<br /><br />Orangutan tersebut dievakuasi ke Pangkalan Bun untuk dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau di Kabupaten Lamandau.<br /><br />Populasi orangutan makin terancam akibat hutan yang terus menyusut akibat pembukaan untuk perkebunan kelapa sawit, kebakaran lahan maupun pembalakan liar.<br /><br />Untuk bertahan hidup, orangutan mulai mencari makan di hutan-hutan yang tersisa, bahkan sampai masuk ke kebun dan permukiman penduduk. (das/ant)</p>