Sejumlah Desa Di Melawi Kena Banjir

oleh

Curah hujan yang tinggi belakjangan ini membuat puluhan rumah yang berada di sejumlah desa di persisir sungai Melawi mengalami banjir. Akibatnya, sejumlah warga yang rumahnya terkena banjir harus mengungsi ke rumah sanak keluarga yang berada di daerah dataran tinggi. <p style="text-align: justify;">Sejumlah desa yang mulai terkena banjir tersebut diantaranya Desa tanjung Arak, Desa Kebebu, Desa Nanga Man, Desa Tebing Kerangan, Desa Sungai Pinang serta sejumlah desa lainnya yang berada di pesisir sungai Melawi.<br /><br />Kepala Desa Tebing Kerangan, Sekoi menghubungi melalui via whatsaap mengatakan, kondisi air yang membanjiri desanya saat ini sudahsemakin tinggi. Saat ini, puluhan rumah warga sudah mulai terendam, bahkan sejumlah harta benda warga juga ada yang ikut terendam. <br /><br />“Warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengamankan harta bendanya dengan membuat panggung didalam rumahnya, sementara warga sendiri harus mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terkena banjir,” katanya.<br /><br />Sekoi berharap, air segera surut. Namun begitu, Ia juga berharap pemerintah jauh-jauh hari sudah mengantisipasi termasuk bantuan atau suplai makanan ke warga. Sebab banjir yang melanda membuat warga tidak bisa bekerja, sebab puluhan haktar karet warga yang menjadi mata pencarian juga ikut terendam.<br /><br />Sementara itu, di wilayah pusat Kecamatan Nanga Pinoh, khususnya di daerah pesisir sungai juga sudah mengalami kebanjiran, khususnya jalan-jalan poros. Seperti Jalan M. Nawawi Desa Paal, Jalan Kenanga dan jalan-jalan yang berada di pesisir sungai.<br /><br />“Pemerintah jauh-jauh hari juga harus sudah siap. Jangan tunggu banjir surut baru nyalurkan bantuan, sementara sewaktu banjir kami warga kami kelaparan. Kalau pasca banjir baru menyalurkan bantuan, itu sama tak bual,” kata Sekoi.<br /><br />Banjir yang terjadi saat ini juga mengharuskan sejumlah sekolah yang berada di peisisr sungai Melawiharus meliburkan muridnya. Seperti SMA Negeri 1 Menukung, sekolah tersebut terpaksa meliburkan siswanya akibat banjir yang terjadi di wilayah itu sejak beberapa hari.<br /><br />Kebijakan ini diambil pihak sekolah lantaran ruang kelas yang dipergunakan untuk belajar sudah mulai terendam banjir. “Ya sekolah SMAN 1 ini banjir, sekolah diliburkan mulai hari ini,” kata Febby Rahmana warga yang bertugas di kecamatan Menukung di Media Sosial.<br /><br />Banjir ini juga menggangu akses ke lima desa di kecamatan Menukung. Sehingga warga harus mencari alternatif jalan lain dengan jarak yang jauh. <br /><br />Kalau menyeberang menggunakan rakit harus bayar Rp 15 ribu kata warga lain di Menukung. Sebelumnya, Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin jauh-jauh hari sudah menghimbau melalui awak media, agar masyarakat bisa waspada terhadap bencana, utamanya saat memasuki musim hujan dan banjir November-Desember.<br /><br />“Masyarakat harus waspada terhadap bahaya tanah longsor, Petir dan banjir yang bisa saja melanda, utamanya saat musim hujan seperti sekarang. Saluran air harus diperhatikan agar tidak terjadi banjir,” ungkap Syafarudin. <br /><br />Di Kabupaten Melawi, ada beberapa daerah rawan banjir, seperti wilayah pedesaan di daerah hulu Melawi seperti di Kecamatan Menukung Kota baru Sayan Sokan dan daerah bantaran sungai lainya. Berdasarkan himbauan dan informasi BMKG Kalbar dalam beerapa hari kedepan ini, Potensi hujan sedang dan lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi di wilayah kabupaten Melawi “Jadi kita menghimbau kepada masyarakat agar  hal dapat  diwaspadai terjadinya bencana alam berupa genangan air banjir angin kencang dan tanah longsor,” imbaunya.<br /><br />Pihaknya meminta jika terjadi musibah untuk dapat segera melaporkan ke aparat Desa sehingga Aparat Desa bisa melaporkan ke Kecamatan dan kecamatan Bisa segera melapoprkan ke BPBD. <br /><br />“kalau bajir biasa tidak masalah namun yang kami khawatirkan bencana musibah yang terjadi ada dampak dan korban jiwa ,Nah ini yang perlu kita  antisipasi jangan sampai terjadi ,” katanya. (KN)</p>