Sejumlah Desa Di Pedalaman Barito Terendam Banjir

oleh

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) Kalimantan Tengah akibat meluapnya pedalaman Sungai Barito dalam dua hari belakangan ini, masih merendam sejumlah desa. <p style="text-align: justify;">"Banjir masih merendam sejumlah desa, namun hingga hari ini ketinggian air masih bertahan," kata seorang warga Puruk Cahu, Fauzi Manaf, Minggu.<br /><br />Banjir akibat tingginya curah hujan di wilayah utara Kalteng ini merendam sejumlah desa dan kelurahan dengan ketinggian air bervariasi antara 0,5 – 1 meter.<br /><br />Desa yang terendam banjir di pinggiran Sungai Barito diantaranya di wilayah Kecamatan Murung ada Desa Muara Untu, Desa Bahitom, Desa Danau Usung, Desa Juking Pajang, Desa Sumpoi, sebagian kelurahan Beriwit dan Kelurahan Puruk Cahu seberang serta Desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup dan Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya.<br /><br />Kawasan terparah yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter melanda Desa Juking Pajang, Desa Danau Usung dan Kelurahan Puruk Cahu seberang.<br /><br />"Sebagian besar rumah penduduk di tiga desa ini terendam banjir," jelasnya.<br /><br />Banjir yang melanda Kabupaten Mura ini masih belum diketahui adanya korban harta benda maupun jiwa, namun untuk membantu warga masyarakat menjadi korban banjir Pemkab setempat memberikan bantuan sembako.<br /><br />Akibat banjir ini sejumlah warga masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitasnya karena ratusan hektare kebun karet yang sebagian besar menjadi usaha penduduk setempat terendam banjir.<br /><br />"Kami akan inventarisasi sejumlah warga yang memang layak menerima bantuan dengan melihat kondisi yang terparah mengalami banjir," kata Wakil Bupati Mura, Nuryakin.<br /><br />Menurutnya, banjir di daerah ini bukan bencana melainkan hal yang biasa terjadi dalam tiap tahunnya, sehingga bantuan berupa beras, mie instans dan kebutuhan makanan lainnya hanya diberikan bagi warga yang rumahnya terendam banjir.<br /><br />"Jadi bantuan ini tidak diberikan kepada semua warga namun disalurkan secara selektif terutama rumahnya yang terendam banjir," kata Nuryakin.<strong> (phs/Ant)</strong></p>