Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sintang Terendam Banjir

oleh
Evakuasi Korban Banjir yang dilakukan oleh anggota Polisi. Poto: Humas Polres Sintang

SINTANG, KN – Cuaca buruk dalma minggu ini berujung pada banjir disejumlah titik. Anggota jajaran Polres Sintang pun tak segan-segan turun tangan membantu warga terdampak.

Jum’at (10/7/2020) sekitar jam 17.30 wib air Sungai Kayan dan Sungai Tebidah di Desa Nanga Tebidah Kecamatan Kayan Hulu meluap naik. Personil Polsek Kayan Hulu dengan sigaP langsung melakukan pengecekan ke bantaran sungai.

“Tebidah sudah diguyur hujan 4 (empat) malam berturut – turut, Kondisi air sekarang diperkirakan sekitar 5 sampai 10 meter dari bibir sungai,“ lapor Kapolsek Kayan Hulu Iptu Sutrisno, Sabtu (11/7/2020) pagi.

“Untuk rumah-rumah yang ada pada radius 100 meter dari bibir sungai banyak yang terendam dengan kedalaman bervariasi antara 3 samapi 7 meter, sudah melebihi atap rumah,” tambahnya.

Dalam pantau Polsek Kayan Hulu terdapat sekitar 2.000 unit rumah terendam banjir di sekitar pusat Kecamatan.

Sementara dari Kecamatan Serawai dilaporkan sedikitnya 8 desa yang terkena banjir.

“Sore kemarin, di Dermaga Serawai, ketinggian air mencapai 3 meter. Saat ini sudah banyak pedagang yang memindahkan barangnya ketempat yang lebih aman. Sejumlah personil kita sudah turun di lapangan membantu proses evakuasi barang warga dan ada yang door to door system untuk memberikan pertolongan kepada keluarga lansia, janda dan anak-anak,” kata Kapolsek Serawai, Iptu M. Rasyid, Sabtu (11/7/2020).

“Kita himbaukan kepada warga khususnya yang tinggal di bantaran sungai untuk menyiapkan alat bantu keselamatan diri seperti perahu, pelampung, juga perahu karet yang terisi angin,” terangnya Kapolsek.

Di Kecamatan Ambalau, Sabtu (11/7/2020) pagi-pagi Bripda Bobby Susanto sudah membantu pengendara motor yang mengalami kemacetan akibat terjebak banjir di Desa Nanga Kemangai. Tampak terlihat ada beberapa warga yang mencoba melewati banjir dengan kendaraan bermotor namun mengalami mogok akibat kemacetan mesin terendam air.

“Intensitas hujan masih cukup tinggi di Kecamatan Ambalau, namun apabila dilihat kondisi air sungai saat ini sudah mulai surut dibandingkan dengan keadaan kemarin, hari ini air sudah mengalami penurunan 1 – 2 meter. Namun di beberapa titik ruas jalan masih terendam air,” kata Bripda Bobby.

“Kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada karena apabila hujan terus mengguyur daerah di hulu sungai maka tidak menutup kemungkinanan air Sungai Melawi akan meluap kembali,” ungkapnya. (Hps/PNC).