Home / Tak Berkategori

Sejumlah Kontraktor di Melawi Meradang

- Jurnalis

Senin, 3 April 2017 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kontraktor di Kabupaten Melawi terus meradang. Pasalnya, proyek yang mereka kerjakan tahun 2016 bersumber dari DAK APBN untuk pembangunan Puskesmas Rawat Inap belum dibayar tuntas. <p style="text-align: justify;">Diketahui pembangunan Puskesmas Rawat Inap di 11 Kecamatan wilayah Kabupaten Melawi berkisar Rp 31 miliar dan sisa anggaran yang belum terbayarkan berkisar Rp 14 miliar. Hingga saat ini pihak Pemkab Melawi belum bisa membayar sisa proyek tersebut, karena persoalan dipusat.<br /><br />Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, dr. Ahmad Jawahir, keterlambatan pembayaran proyek kepihak ketiga disebabkan DAK tahun 2016 bermasalah secara nasional dengan gangguan transfer kedaerah. Dia mengakui, pihaknya bersama DPPKAD Melawi terus berkomunikasi dengan pusat terkait pembayaran sisa proyek itu.<br /><br />Ahmad menegaskan, anggaran yang telah digelontorkan sejumlah kontarktor untuk membiayai proyek tahun 2016 tak akan hangus. <br /><br />“Sisa pembayaran ini menjadi utang pemerintah daerah Kabupaten Melawi kepada rekanan yang telah menyelesaikan proyeknya hingga 100 persen,” paparnya saat ditemui di kantornya, kemarin.<br /><br />Secara kelembagaan kata Ahmad, penyelesaian sisa proyek tidak lagi diranah Dinkes Melawi, melainkan di DPPKAD Melawi dan perintah pembayaran sudah disampaikan ke DPPKAD Melawi. <br /><br />“Kita berharap kepada pihak DPPKAD Melawi untuk terus proaktif komunikasi kepusat, sehingga di APBNP bisa transfer ke Melawi. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan cair sisa DAK ini, tapi pemerintah pusat pasti akan membayar. Kita berharap di APBNP 2017 beres semua,” yakin Ahmad. <br /><br />Sebelumnya Bupati Melawi Panji menegaskan, terkait sisa pembayaran proyek yang bersumber dari DAK 2016 akan diupayakan dilunasi di APBNP 2017. Hingga saat ini kata Panji, pihaknya terus komunikasi proaktif kepusat, sehingga dapat dibayarkan kepada rekanan melalui kucuran APBNP 2017. (KN)</p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play