Sejumlah Pelajar Terjaring Razia

oleh

Dalam rangka menindaklanjuti intuksi bupati tentang pemberlakuan jam belajar malam terhadap pelajar di Kabupaten Sintang, Dinas Pendidikan di bantu TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar razia di tiga tempat yang berbeda, pada Jumat (27/03/2015) malam. <p style="text-align: justify;">Di tempat pertama, tepatnya di cafe-cafe simpang lima, tim razia gabungan ini tidak menemukan pelajar yang nongkrong, namun tim ini menemukan sejumlah gadis di bawah umur yang putus sekolah. Di situ, para gadis ini di mintai keterangan oleh Sat Pol PP, Dinas Pendidikan dan BKBPP, Kabupaten Sintang.<br /><br />Di tempat kedua di Cafe Ayang seputaran Tugu BI, di cafe itu, tim menemukan pelajar SMU yang masih nonkrong hingga larut malam, bahkan pelajar tersebut menurut kepala sekolah, yang bersangkutan masih mengikuti UAN sekolah, kebetulan dalam razia ini melibatkan sejumlah kepala sekolah yang ada di kota Sintang.<br /><br />Pelajar tersebut langsung dimintai keterangan dan langsung di suruh pulang oleh tim razia gabungan ini.<br /><br />Di sasaran ketiga, tim gabungan ini merazia Cafe Itanian di kawasan hutan wisata baning, di cafe tersebut, tim tidak menemukan pelajar yang nongkrong di cafe tersebut.<br /><br />Usai merazia tiga titik yang di anggap rawan tempat tongkrongan anak muda atau pelajar ini, tim razia gabungan ini langsung membubarkan diri.<br /><br />Kadis Pendidikan, Marcues Afen saat di wawancara sejumlah awak media mengatakan, kegiatan ini dalam rangka kita menjalankan intruksi bupati yang memberlakukan jam belajar malam terhadap pelajar yang ada di kabupaten Sintang.<br /><br />“Ini merupakan langkah awal kita dalam melakukan kegiatan ini, dan pada malam ini kita sudah star untuk menggelar razia pelajar yang suka nongkrong di cafe-cafe maupun di jalan-jalan”.<br /><br />Lanjut Afen, untuk razia yang perdana ini,  tidak melakukan tindakan, namun dilakukan pendataan terhadap pelajar tersebut untuk di laporkan dan di serahkan kepada sekolah yang bersangkutan untuk dilakukan pembinaan.<br /><br />“kedepannya, jika masih ada pelajar yang suka nongkrong di cafe-cafe maupun di jalan-jalan, akan di lakukan dengan tindakan serta di serahkan kepada BKBPP Kabupaten Sintang”, jelas Afen.<br /><br />Terkait dengan ditemukannya anak-anak dibawah umur yang nongkrong di cafe pada larut malam, Kaban BKBPP Kabupaten Sintang, A. Darmanata, mengatakan sejauh ini pihaknya masih melakukan pembinaan.<br /><br />Pembinaan ini bukan hanya untuk pelajar yang terjaring razia saja, namun pembinaan ini juga dilakukan terhadap mereka yang putus sekolah tapi yang masih di bawah umur.<br /><br />“Kedepannya kita siap mendukung Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang dalam membina anak-anak pelajar maupun anak-anak putus sekolah yang di bawah umur”.<br /><br />Ini kita lakukan dalam rangka kita mejadikan Sintang sebagai kota layak anak. Sementara sintang itu sendiri sudah di tetapkan sebagai kota layak anak, oleh sebab itu mari kita saling mendukung program ini, pinta Darmanata. (Kn)</p>