Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, Desa Mentatai Kabupaten Melawi mendatangi Kantor Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang berada di Kabupaten Sintang, Jumat (27/01/2012) siang. <p style="text-align: justify;">Kedatangan sejumlah tokoh masyarakat tersebut menuntut keberadaan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang masuk di kawasan hutan adat.<br /><br />kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala Kasi Pengelola Taman Nasional Wilayah 1 Nanga Pinoh, Ir. Edi Zulkarnaen M.Si.<br /><br />Kamaludin, S.Hut, MMA salah satu tokoh masyarakat Mentatai mengatakan kami masyarakat Mentatai meminta Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang berada di kawasan hutan adat, untuk dapat menghentikan seluruh aktivitas Taman Nasional yang berada dalam kawasan hutan adat seperti surve lapangan, patroli, maupun penanaman pohon di sekitar hutan adat, sampai persoalan tata batas dengan masyarakat adat selesai sesuai dengan surat kesepakatan adat tahun 1958.<br /><br />Kami juga meminta kepada petugas yang berwewenang untuk kiranya secepat mungkin melakukan tapal batas, antara wilayah masyarakat adat dan wilayah Tanam Nasional.<br />Karena sudah 29 tahun Tanam Nasional sudah merambah hutan adat di Desa Mentati.<br /><br />Oleh sebab itu meminta kepada pihak Taman Nasional untuk dapat menghentikan aktivitas sementara sampai tapal batas sudah clear, jelasnya.<br />Lebih lanjut Kamaludi mengatakan, apa bila Taman Nasional masih tetap melukan aktivitas dikawasan hutan adat, maka kami tidak menjamin keselamatan para petugas dari pihak Taman Nasional, terangnya.<br /><br />Sementara Ir. Edi Zulkarnaen M.Si Kepala Kasi Pengelola Taman Nasional Wilayah 1 Nanga Pinoh. <br />saat diwawancara mengatakan dirinya selaku Pengelola Taman Nasional Wilayah 1 Nanga Pinoh, siap mengiring masalah tapal batas ini sampai tuntas. Namun demikian semua proses harus kita lalu dan tidak mudah membalikan telapak tangan kalau mengurut tentang tapal batas wilayah.<br /><br />Oleh sebab itu kita meminta kepada masyarakat di Desa Mentatai dan sekitarnya untuk dapat bersabar, pintanya.<br />Terkait dengan warning dari masyarakat supaya menghentikan aktivitas sementara Edi mengatakan, “Untuk sementara aktivitas kita hentikan dulu, sampai permasalahan ini selesai”, jelasnya. <strong>(*)</strong></p>















