Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengusulkan 800 tenaga Honorer Kabupaten Sintang yang masuk dalam Katagori 2 ( K2) pada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang sudah bekerja di atas lima tahun untuk di proses pengangkatanya menjadi calon Pegawai Negri Sipil (CPNS). <p style="text-align: justify;">Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, H. Zulkifli, HA mengatakan data dari seluruh honorer K2 ini sebelumnya telah di uji publik dan saat sudah berada di pemerintah pusat.<br /><br />“Direncanakan mereka akan di uji kembali pada bulan Juni dan Juli 2013 dengan uji tulis dari BKN tapi saya khawatir ada yang tidak lulus dalam ujian ini” ujar Sekda Sintang, Jum’at(10/05/2013).<br /><br />Untuk mereka yang tidak lulus saat ini belum di ketahui apakah mereka akan di usulkan kembali atau tidak sebab hingga kini aturanya belum ada.<br /><br />“Kalau di berhentikan menjadi Honorer untuk yang tidak lulus ini akan berdampak pada kesulitan dalam melakukan oprasional pekerjaan sebab sebagian besar tenaga Honorer ini telah banyak melakukan pekerjaan oprasional, bayangkan bila mereka tidak ada maka akan berpengaruh pada tugas pelayanan” terang Sekda Sintang.<br /><br />Ujian yang dilakukan untuk wilayah seperti Sintang masih dilaksanakan secara tertulis berbeda dengan ujian yang dilaksanakan di pulau jawa yang sudah menggunakan sistim jaringan komputer.<br /><br />Sekda Berharap soal test yang akan di berikan tidak seperti Soal Ujian Nasional yang sempat membuat kacau dan membingungkan, di mungkinkan soal yang diujikan relatif lebih terjangkau sebab kebanyakan tenaga Honorer ini mereka yang sudah tua dari latar pendidikan SMP dan SLTA.<br /><br />“Kita meminta para tenaga Honorer ini siap dalam menghadapi soal yang diujikan bila perlu mereka harus belajar sehingga dalam mengisi soal soal dapat lancar.” Harap Sekda.<br /><br />Dari sekitar 800 Tenaga Honorer yang diumumkan menurut Sekda sudah mengakomodir seluruh Tenaga Honorer diKabupaten Sintang, yang memilki masa kerja mulai tahun 2005, kebanyakan mereka adalah para Guru PAUD dan TK selain itu juga ada diantaranya honorer tenaga kebersihan pada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Kebakaran kabupaten Sintang.<br /><br />Sekda tidak menampik ada dua hingga tiga orang tenaga Honorer yang di diskwalifikasi sesuai uji publik ada yang melaporkan para tenaga Honorer ini sudah tidak aktif lagi bekerja dan ada diantaranya sudah bekerja di tempat lain.<strong>(das/Th)</strong></p>


















