Sekda : “Soal PDAM Dan PLTMH, Tunggu Hasil Audit Investigasi BPKP”

oleh

Sekretaris Daerah Zulkifli HA menyambut baik kedatangan tim BPKP yang didampingi oleh Kejaksaan Negeri Sintang, untuk melakukan audit investigasi terhadap 2 proyek yang ada di Sintang yakni PLTMH di Tempunak dan Genset PDAM di Sungai Ana. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sekda Zulkifli usai menerima Tim BPKP dan Kejaksaan Negeri Sintang, Rabu (22/06/2011) di ruang kerjanya.<br /><br />“Kedatangan mereka untuk melihat perkembangan dari 2 proyek yakni PLTMH dan genset PDAM,” ungkapnya<br /><br />Ditambahkan, kedatangan tim ini tidak untuk mencari siapa yang benar atau salah dalam proyek tersebut. Intinya, lanjut Zulkifli, hanya sekedar pemeriksaan rutin dengan melihat prosedur pelaksanaannya mulai dari pembelian hingga spesifikasi barang.<br /><br />“Semua ada tim yang akan menanganinya,” kata Sekda.<br />&lt;br />Mengenai polemik genset PDAM, menurut Sekda selama ini telah berkembang wacana bahkan dikatakan sebagai perang opini antara PDAM selaku operator dengan Dinas PU sebagai penanggung jawab proyek, sehingga menimbulkan polemik diantara keduanya.<br /><br />“Saya menilai ini semua hanyalah kesalahan komunikasi saja antara pimpinan PDAM dengan PU,” ungkap Zulkifli.<br /><br />Menurutnya, secara yuridis formal dan sesuai dengan ketentuannya, Dinas PU ini merupakan perpanjangan tangan dari Bupati dalam pengadaan infrastruktur, sedangkan PDAM juga adalah pembantu Bupati dalam pelaksanaannya.<br /><br />“Pendapat-pendapat yang selama ini berkembang bahwa telah terjadi mark-up dalam pengadaan genset adalah tidak benar, dan setelah saya cek ulang sesuai dengan kebijakan saya itu tidak ada mark-up,” kata Sekda.<br /><br />Dana pembelian tersebut, lanjutnya setelah ditanyakan kepada PPTK ternyata sudah dikembalikan.<br /><br />Terkait dengan pernyataan Plt.Dinas PU, Askiman mengenai keberadaan genset yang terpasang di Sungai Ana adalah berstatus pinjaman diakui oleh Sekda Zulkifli HA.<br /><br />“Yang lama itu memang bukan genset baru dan sifatnya hanya sementara saja karena sudah ada perjanjian kontrak pihak supplier dengan PU sambil menunggu mesin yang baru datang,” jelasnya.<br /><br />Penggunaan mesin genset yang disebut berstatus pinjaman itu, lanjut Sekda Zilkifli HA adalah untuk mengatasi ke-vakuman pendistribusian air PDAM ke pelanggan di wilayah PDAM Sungai Ana pasca terbakarnya genset pada 24 Mei tahun lalu.<br /><br />“Nah untuk mengatasinya dipergunakanlah genset sementara guna menunggu genset yang dipesan PU datang. Sekarang barang tersebut sudah ada, serta akan dipasang namun membutuhkan waktu sekitar 15 hari kerja,”jelasnya.<br /><br />Seharusnya, lanjut Sekda, pihak PU selaku pelaksana dalam pengadaan genset tersebut memberitahukan kepada pihak PDAM perihal genset yang terpasang di Sungai Ana itu adalah statusnya pinjaman untuk mengatasi pesoalan distribusi air PDAM ke pelanggan yang selama beberapa waktu terhenti, sehingga tidak menimbulkan permasalahan seperti yang telah bergulis selama ini.<br /><br />“Dengan sudah datangnya genset yang baru, kini genset yang statusnya pinjaman tersebut akan di tarik kembali. Untuk tetap menjamin kelancaran distribusi air, maka saya sudah meminta kepada PT.PLN untuk bersedia memberikan aliran listrik sementara agar penyaluran air ke pelanggan tetap berjalan. Untuk membayar listrik, tetap dibebankan kepada PDAM,” jelasnya.<br /><br />Sementara itu terkait dengan PLTMH di Gurung Mali kecamatan Tempunak, Sekda menyatakan sama halnya dengan PDAM, PLTMH juga tengah dilakukan audit investigasi.<br /><br />“Seperti apa akhirnya, kita masih menunggu hasil audit invetigasi untuk 2 proyek ini dari BPKP. Jika tidak ada temuan yang merugikan keuangan negara, maka proyek tersebut dianggap sah karena sesuai dengan prosedur dalam pelaksanaannya,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>