Sekda Buka Musda Ke-III DPD MABM Kapuas Hulu

oleh

Usai meresmikan Rumah Adat Melayu Kabupaten Kapuas Hulu, Sekretaris Daerah Kapuas Hulu H.M. Sukri,Jum’at (09/12/2011), secara resmi membuka Musyawarah Daerah Ke-III Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kapuas Hulu, periode 2011-2016. Acara dihadiri sekitar 60 orang Dewan Pengurus Cabang (DPC) MABM Kecamatan yang ada se-Kabupaten Kapuas Hulu. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu,  H. M. Sukri mewakili Bupati Kapuas Hulu mengharapkan agar pelaksanaan Musda tersebut berjalan lacar, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu dan dapat bertanggung jawab serta, dapat memimpin MABM Kapuas Hulu dengan baik dalam mengangkat melestarikan serta menjaga seni dan budaya Melayu yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. <br />“Saya berharap dalam pemilihan kepengurusan MABM Kapuas Hulu tidak ada introfesi dari pihak manapun, biarkan berjalan sesuai musyawarah,” pintanya. <br /><br />sementara itu Ketua Umum MABM Provinsi Kalimantan Barat, Chairil Efendy mengatakan bahwa organisasi yang sehat adalah organisai yang melakukan pergantian pengurusnya apabila habis masa jabatannya, dan Musda MABM tersebut merupakan hal yang lumrah. diharapkan siapapun yang memimpin MABM Kapuas Hulu harus mampu mengangkat serta mengaungkan seni dan budaya Melayu yang ada di Kapuas Hulu dan yang lebih penting identitas Melayu harus terus digaungkan jangan sampai jati diri Melayu hilang.  selian itu mesti ada program nyata yang bisa dipertanggung jawabkan. <br /><br />“Harus ada agenda rel yang bisa dipertanggung jawabkan, dalam penyusunan program tak usah muluk-muluk yang jelas bagaimana caranya mengidupak suatu organisasi apalagi ini merupakan organisasi yang diharapkan dapat mengangkat harkat da martabat seni budaya Melayu agar tidak punah, dan bagaiman Kita hidup berdampingan dengan semua etnis yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu serta se Kalimantan Barat,” ujarnya singkat.<strong>(phs)</strong></p>