Sekda : Guru Harus Makin Profesional

oleh

Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sintang menghadiri acara halal bihalal yang dilaksanakan di gedung serba guna di Jln.YC.Oevang Oeray Sintang pada Selasa (25/09/2012) pagi tadi. <p style="text-align: justify;">Meski bulan syawal telah lewat, namun tak mengurangi semangat para Oemar Bakri tersebut untuk mengikuti kegiatan yang selalu mengiringi perayaan Idul Fitri.<br /><br />“Memang kesannya telat, tapi tanpa mengurangi makna halal bihalal, maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan persatuan para guru yang ada di kabupaten Sintang ini,”ungkap Aidil Fitri, panitia pelaksaan Halal Bihalal PGRI.<br /><br />Menurutnya panitia kegiatan sebenarnya telah mengundang semua anggota PGRI, hanya saja tidak semua guru bisa hadir. Apalagi para guru yang bertugas di kecamatan dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk datang ke Sintang. <br /><br />“Mungkin dari kecamatan ada yang datang, tapi sifatnya hanya mewakili. Kalau semua guru pergi, tidak muat gedung ini,”ungkapnya.<br /><br />Ditambahkan oleh ketua PGRI Sintang  P.E.Chunoi bahwa saat ini anggota PGRI Sintang jumlahnya sekitar 6.000 orang. Hanya saja yang telah terdata jumlahnya baru sekitar 3.000an. Di singgung tentang kelanjutan perjuangan PGRI terhadap peningkatan kesejahteraan kepada para guru yang berstatus honorer minimal sesuai dengan standar UMR, ia mengatakan bahwa upaya itu telah dilakukan. <br /><br />“Kita telah sampaikan tentang hal itu kepada pengurus PGRI di tingkat provinsi dan juga ke pemda sintang. Kalau dari pemda sekarang memang sudah ada perhatian dan kita akan tunggu hasil perjuangan PGRI pusat yang kewenangan memutuskanya juga ada di pemerintah pusat ,”bebernya. <br /><br />Sementara sekda Sintang H.Zulkifli, HA dihadapan para guru mengingatkan agar para guru semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Mengingat peran guru yang begitu penting terkait upaya mencerdaskan bangsa. <br /><br />“Profesional dalam menjalankan tugas dan profesional dalam memberikan ketauladanan. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa guru itu di gugu dan ditiru. Sampai gaya berpakaian saja, terkadang jadi perhatian masyarakat,”ingatnya.<br /><br />Berbicara tentang kesejahteraan guru, menurutnya pemerintah telah memberikan perhatian yang besar kepada para guru. Apalagi guru yang mau bertugas di daerah perbatasan dan pedalaman.<br /><br />“Sampai sekarang kita masih kekurangan guru di pedalaman dan perbatasan. Kalau ada diantara bapak dan ibu guru yang hadir di sini dan mau mengajar di perbatasan karena perhatian pemerintah juga sangat luar biasa, silahkan saja. Kami pemerintah daerah akan sangat senang,”ujarnya. <br /><br />Sekda juga mengatakan bahwa pihaknya kini tengah berupaya mencari solusi masalah kekurangan guru. <br /><br />Apalagi di tahun 2013 nanti jumlah guru yang pensiun sangat banyak.<br />H.Senen Maryono, mantan kadis pendidikan yang juga didaulat memberikan tausiyah dalam acara tersebut mengatakan bahwa dirinya seolah kembali pada basisnya sebagai guru. <br /><br />Mengingat sebelum menempati jabatan sebagai kepala dinas pendidikan dan selanjutnya kepala dinas pariwisata, dirinya menjalankan tugas sebagai guru. <br /><br />Dalam tausiyahnya, ia mengajak para guru untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa. Karena guru diberikan nikmat dan perhatian yang besar. <br /><br />Selain itu profesi guru juga profesi yang dijanjikan mendapatkan surganya Tuhan, mengingat tugas mengajarkan orang menjadi pintar adalah tugas yang mulia. Namun profesi itu bisa dekat dengan neraka manakala seorang guru lalai dalam menjalankan tugasnya dan mengidap penyakit AIDS yaitu angkuh, iri, dengki dan sombong.<strong> (ast)</strong></p>