Sekda Sintang Buka Rapat Konsultasi Publik Kawasan Strategis Kabupaten

oleh

Sekretaris Daerah Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si membuka rapat konsultasi publik tahap 1 kawasan strategis kabupaten untuk kepentingan lingkungan hidup dan kehutanan di Kecamatan Serawai dan Ambalau Kabupaten Sintang di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Rabu (19/07/2017). <p style="text-align: justify;">Hal ini merupakan konsekuensi dari peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten Sintang, dalam rangka operasionalisasi rancangan tata ruang wilayah pemerintah harus segera menyusun rencana kawasan strategis termasuk rancangan peraturan daerah yang berkenaan dengan kawasan strategis lingkungan hidup dan kehutanan. Di kabupaten Sintang kawsan tersebut berada di Kecamatan Ambalau dan Serawai. “hal ini dilakukan sebagai upaya penjabaran rencana tata ruang wilayah dalam pemanfaat ruang yang lebih spesifik, dengan fokus lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Dra. Yosepha Hasnah dalam sambutannya.  <br /><br />Penyusunan dokumen rancangan rinci tata ruang kawasan strategis kabupaten kehutanan dan lingkungan hidup Kabupaten Sintang  terwujud melalui kerjasama antara pemda Sintang dengan WWF Indonesia. Pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Pemerintah Sintang menyampaikan terima kasih kepada WWF Indonesia yang telah membantu pemda dalam menyusun rancangan rinci tersebut. “kami berharap kerjamsama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus berlanjut  hingga tataran implementasi,” ujar Yosepha. “semoga dukungan seperti ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk terus membangun Kabupaten Sintang,” tambahnya.<br /><br />Ir. Elisa Gultom, M.Si, kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan menyebutkan bahwa penetapan kawasan strategis lingkungan hidup dan kehutanan di Kecamatan Ambalau dan Serawai karena memiliki kekayaan hayati yang melimpah. “ditengarai di kawasan tersebut ada sumber daya hayati yang melimpah, jangan sampai rusak,” ungkapnya.<br /><br />Turut hadir pada kegiatan ini, Anggota DPRD Sintang, Syahroni. Beliau mengatakan bahwa penyusunan rencana rinci kawasan strategis kawasan strategis lingkungan hidup dan kehutanan ini merupakan hal yang harus didukung oleh banyak pihak. “kami dari  DPRD sangat mendukung supaya dalam proses tahapan ini dan penetapannya nanti agar hal-hal permasalahan dan pendapat masyarakat  dapat  terakomodir semua dalams dokumennya nanti,” ujarnya.<br /><br />Albertus Tjiu, Manajer program WWF Indonesia untuk wilayah Kalbar menyampaikan latar belakang dari kegiatan ini. “WWF memiliki 4 landscape di Kalbar, salah satunya di Kawasan Serawai dan Ambalau yang penting untuk di tata secara dokumen atau perencanaan sehingga  pada saat proses implemetasi dapat berjalan dengan baik,” paparnya.<br /><br />Proses penyusunan dokumen ini berkenaan dengan sinkronisasi pembangunan daerah dengan program konservasi agar dapat terjadi sinergitas. “Misalnya terkait peruntukan lahan dan penataan ruang di kawasan,” terang Albert lagi. “Kita berharap dapat membuat roadmap kerja yang lebih rinci, dan hal itu semoga dapat selesai dengan pemerintah Sintang dalam 2 atau 3 tahunlah ya,” katanya sambil tersenyum. Albert menyebutkan pula kendala yang paling sulit dalam proses penyusunan ranperda ini adalah data wilayah kawasan yang uptodate dan kurang lengkap. “itulah sebabnya kita dalam konsultasi publik ini bisa langsung mendengar pendapat dari para camat atau petugas terkait yang ada di lapangan,” tutupnya. (Vy/Hm)</p>