Home / Tak Berkategori

Sekeluarga Jadi Korban Ambruknya Jembatan Kartanegara

- Jurnalis

Senin, 28 November 2011 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu keluarga menjadi korban ambruknya Jembatan Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan hasil identifikasi dan laporan korban runtuhnya Jembatan Kartanegaran, terdapat tiga korban tewas yang merupakan seorang ibu dan dua anaknya," ungkap petugas Posko Laporan Korban Runtuhnya Jembatan Kartanegara di Rumah Sakit Parikesit Tenggarong, Nurhayati, di Tenggarong, Senin malam.<br /><br />Tiga korban ambruknya Jembatan Kartanegara yang merupakan satu keluarga itu yakni, Rusmini (30) dan kedua anaknya, Alisyah (enam bulan) serta Alisha (9) warga Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.<br /><br />"Sementara, suami Rusmini bernama Budi Yulianto yang juga dilaporkan hilang hingga saat ini belum ditemukan.<br /><br />Ketiga jasad ibu dan anak tersebut malam ini langsung diambil keluarganya untuk segera dimakamkan," kata Nurhayati.<br /><br />Pada Senin kata Nurhayati, delapan korban runtuhnya Jembatan Kartanegara ditemukan tewas.<br /><br />Pada Senin pagi, kata Humas Sekretariat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara itu, enam korban tewas juga berhasil ditemukan.<br /><br />Kemudian pada Senin siang sekitar pukul 14.02 Wita satu mayat kembali ditemukan.<br /><br />Posko Laporan Korban Runtuhnya Jembatan Kartanegara di Rumah Sakit Parikesit Tenggarong kata Nurhayati setiap hari dikunjungi ratusan warga.<br /><br />"Umumnya warga datang untuk menanyakan korban yang dirawat dan yang ditemukan tewas atau hilang," ungkap Nurhayati.<br /><br />Sementara, korban luka yang masih dirawat di Ruang Angsoka Rumah Sakit Parikesit, kata Nurhayati, saat ini tinggal empat orang.<br /><br />Keempat korban yang masih dirawat tersebut yakni, Muhidi (28)warga Kecamatan Kota Bangun, Yahya Harina (42) warga Tenggarong Seberang, Nursiana (34) warga Desa Bukit Raya dan Titin Raswita (34) warga Jalan Kartini Kota Tenggarong.<br /><br />"Satu korban lainnya yakni, Suriono (25) warga Jalan Panjaitan, Tenggarong masih dirawat di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda," ujar Nurhayati.<strong> (das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB