Sekitar 70 KK Pakai Lestrik PLN Secara Ilegal

oleh

Pencurian listrik masih marak terjadi di Kabupaten Melawi. Seperti yang terjadi di Unit PT. PLN Kota Baru, Tepatnya di Desa Bukit Raya dan Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">Hal itu disampaikan Abdi Amri, seorang Pemerhati dan Pelopor di bidang  kelistrikan yang juga Ketua DPC. AKLINDO Kabupaten Melawi. <br /><br />Ia mengatakan, banyak warga yang melaporkan bahwa di dua desa yang berada di Tanah Pinoh Barat terjadi pencurian listrik. Hingga ia melakukan pengecekan dan investigasi ke lapangan dan mendapati memang benar laporan tersebut. Pemakai listrik secara illegal itu kurang lebih 70 Kepala Keluarga (KK). <br /><br />“Bahkan kami Menemui Kepala Desa Bukit Raya Romsyah yang Kemujuran Tengah Berada di Nanga Pinoh Pak Romsyah Membenarkan Tindakan Pencurian tersebut di Desanya yang diduga dilakukan Oleh CV.TMS Bekerjasama Dengan Gray Layanan Listrik Pajar Hidayah CV. Dinamika Khatulistiwa dan CV.  Gelis Bella Artha Prima,” katanya ditemui di kediamannya, Minggu (26/7).<br /><br />Lebih lanjut pria yang akrab disapa Amri ini mengatakan, menyampaikan, Bahwa Pencurian Listrik adalah perbuatan yang melawan hukum serta merugikan Negara, harus ditindak tegas oleh pihak PLN, dan pihak aparat Berwajib. <br /><br />“Bila perlu Pemerintah Melawi dan DPRD Melawi ikut andil karena salah satu Visi Misi Pemerintah Kabupaten Melawi “ yaitu Melawi Terang “ jangan pandang Bulu dan jangan pilih kasih, karna listrik bukan lagi hal yang biasa bahkan Merupakan Kebutuhan Pokok yang wajib dimiliki Oleh setiap Warga Negara Indonesia sebagai wujud hasil Kemerdekaan Rebupublik indonesia,” katanya. <br /><br />Jika pencurian listrik ini di biarkan, tanpa ada tindakan tegas terhadap para pelaku pencurian listrik, maka akan berdampak ke daerah lain atau desa lain di Kabupaten Melawi. Usulan-usulan perluasan jaringan baru khusus desa-desa yang belum teraliri listrik PLN bisa saja terhambat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. <br /><br />“Karena saya peduli terhadap penderitaan 83.731 jiwa rakyat Melawi yang masih Gelap Gulita terdata dibeberapa desa. Namun itupun berdasarkan Desa jika di Dusun-Dusun di hitung yang Belum Menikmati Penerangan Listrik PLN Lebih dari 10.000 Jiwa yang Gelap Gulita Berdasarkan Data BPS Kabupaten Melawi terbaru dari 225.970 jiwa Penduduk Kabupaten Melawi terdiri dari 11 Kecamatan.<br /><br />inilah alasan kenapa, karena saya cinta dengan PLN dan program PLN, Prolisdes ( Program Listrik Pedesaan, “ Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”  dan 75 atau 100 persen tujuh puluh lima tahun Indonesia Merdeka 100 persen seluruh Rakyat Indonesia Mendapatkan Listrik,” ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Desa Bukit Raya, Romsyah ditemui di kediaman Amri mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran kepada pihak-pihak CV yang melakukan pemasangan secara illegal itu. Namun tidak dihiraukan. Bahkan pihak instalatir yang melakukan pemadangan itu berani mengatakan bahwa pihaknya sudah diizinkan oleh pihak PLN. <br /><br />“Sudah berikan Tetuguran Namun tidak di Hiraukan Katanya di ijinkan Oleh pihak PLN. Melihat Pekerjanya juga Orang PLN saya Hubungi Via Telpon Pak Dirga Kepala PLN. Kota Baru Pak Dirga Sedang tidak ada di Tempat, Saya tidak tau Tindakan apa yang di lakukan Pejabat PT. PLN terhadap Pencurian Listrik Negara ini, saya Berharap Kepada Pihak PLN Supaya Menindak Tegas jika terbukti bersalah di tutup ( BLACK LIST ). Sebab oknum yang tidak bertanggung jawab seperti ini bisa membuat Masyarakat di Desa Saya Resah Bahkan menimbulkan Konflek dan bentrok sesama Masyarakat,” pungkasnya. (KN)</p>