Sekolah Di Krayan Selatan Kekurangan Buku Pelajaran

oleh

Legislator asal daerah pemilihan Kecamatan Krayan Selatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur Marli Kamis mengemukakan, sekolah yang berada di wilayah itu masih kekurangan buku pelajaran. <p style="text-align: justify;">Kondisi ini yang menyebabkan kualitas pendidikan di kecamatan tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya di Kabupaten Nunukan, katanya di Nunukan, Minggu.<br /><br />Ia menambahkan, dari segi ketersediaan fasilitas seperti gedung sekolah dan lain-lainnya sudah sangat memadai kecuali alat untuk belajar (buku).<br /><br />Masih minimnya buku pelajaran tersebut, Marli Kamis sangat mengharapkan perhatian Pemkab Nunukan agar senantiasa berupaya melengkapi buku-buku pelajaran pada semua sekolah di kecamatan yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia tersebut.<br /><br />"Kalau masalah gedung dan sarana lainnya sudah cukup memadai. Yang menjadi persoalan serius adalah masih minimnya buku pelajaran," katanya.<br /><br />Sebenarnya, selaku wakil rakyat yang banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat setempat dia mengaku telah seringkali menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan namun belum mendapatkan tanggapan.<br /><br />"Saya tidak tahu apa persoalannya sehingga Pemkab Nunukan belum menanggapinya," ujarnya.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, sekolah yang ada di kecamatan itu memiliki gedung perpustakaan tetapi tidak dimanfaatkan karena tidak adanya buku-buku.<br /><br />Marli Kamis menyarankan, agar buku pelajaran dan buku-buku untuk perpustakaan dapat dilengkapi untuk kebutuhan anak-anak sekolah mengingat anggaran pendidikan sudah sangat besar setiap tahunnya yakni 20 persen dari total anggaran.<br /><br />Soal kelanjutan pendidikan anak-anak di Kecamatan Krayan Selatan, selama ini lebih memilih melanjutkan pendidikan di wilayah itu karena telah tersedianya sekolah lanjutan atas, katanya.<br /><br />"Dulu memang banyak anak-anak kita yang terpaksa melanjutkan pendidikan di Sarawak Malaysia karena belum tersedianya sekolah lanjutan. Tapi sekarang tidak lagi karena sudah ada sekolah lanjutan," ujar Marli Kamis. <strong>(das/ant)</strong></p>