Beberapa sekolah di Kabupaten Sanggau mengklaim sudah melakukan proses penerimaan siswa baru secara transparan pada penerimaan siswa baru (PSB) tahun 2011. Untuk mereka yang mendaftar yang dipertimbangkan bukan hanya Nilai Ijazah Murni (NIM) namun juga nilai disekolah sebelumnya dan banyaknya alpa siswa tersebut disekolah sebelumnya. <p style="text-align: justify;">Kepala SMA Negeri 3 Sanggau Bambang, ketika dikonfirmasi Tribun diruang kerjanya mengatakan hingga hari kedua PSB disekolah yang dipimpinya tersebut. Sudah sekitar 250 orang siswa yang mendaftarkan diri, padahal hanya sekitar 117 orang siswa yang diterima pada PSB tahun 2011 ini mengingat ada 11 siswa yang tidak naik ke kelas XI.<br /><br />“Jumlah keseluruhan siswa kelas X yang kita terima tahun ini sebenarnya 128 orang siswa yang akan terbagi dalam empat kelompok belajar, namun yang kita terima baru 117 orang. Untuk proses penerimaan sendiri yang menjadi pertimbangan nilai semester waktu masih di SMP, NIM dan jumlah alpa selama di SMP,” tandasnya.<br /><br />Dengan kriteria penilaian tersebut menurutnya, tidak semua siswa dengan NIM tinggi diterima di SMA 3 Sanggau tersebut, karena alpa menjadi penilaian tersendiri dan dapat mengurangi nilai NIM dan nilai semester sewaktu disekolah. Untuk biaya penerimaan kita serahkan kepada komite sekolah, bahkan setiap tahun pihak sekolah mempesiapkan 20 beasiswa untuk siswa tidak mampu. Dan bebas biaya komite untuk siswa yang berprestasi.<br /><br />Hal senada dikatakan ketua panitia PSB SMA Negeri 2 Sanggau Samsul Islam, di SMA tersebut menurutnya juga tersedia beasiswa untuk mereka yang tidak mampu dengan kriteria yang sudah ditentukan. Sementara untuk proses penerimaan siswa baru menurutnya dihari kedua sudah mencapai 245 orang pendaftar dari 127 kursi yang disediakan oleh pihak sekolah.<br /><br />“Sama halnya dengan sekolah-sekolah yang lain, pada tahun ini yang menjadi pertimbangan kita bukan hanya NIM siswa sewaktu Ujian Nasional (UN) namun juga nilai semester sewaktu masih di SMP. Termasuk jumlah alpa selama di SMP, namun bukan menjadi pertimbangan utama diterima atau tidak tapi hanya untuk mengetahui perilaku anak tersebut nanti jika diterima,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>














