Sekolah Diminta Jujur Tentukan Nilai Kelulusan Siswa

oleh

Sekretaris Dewan Pendidikan Singkawang, Kalimantan Barat, Helmi Fauzi mengharapkan setiap sekolah yang ada di kota itu untuk bisa jujur dalam memberikan penilaian kelulusan siswa, agar kualitas pendidikan setempat bisa terus ditingkatkan. <p style="text-align: justify;">Hal itu ditegaskan dia, lantaran kelulusan siswa sekarang ini sedikit banyaknya dipengaruhi ujian sekolah ketimbang ujian nasional.<br /><br />"Contoh, pada mata pelajaran Bahasa Inggris, pada ujian sekolah si A dapat nilai 9. Tapi, saat ujian nasional si A malah mendapat nilai 4 dan ini tentu akan memberikan dampak negatif bagi pendidikan kita," katanya di Singkawnag, Rabu.<br /><br />Dia mengatakan, apabila setiap sekolah tidak jujur dalam memberikan nilai kepada siswanya, dikhawatirkan lambat laun kualitas pendidikan akan hancur.<br /><br />"Bisa hancur kualitas pendidikan bangsa Indonesia ke depan," katanya.<br /><br />Menurutnya pula, pola kelulusan seperti itu terdapat kelemahan seperti kurangnya keseriusan siswa dalam menghadapi ujian nasional, lantaran kelulusan ditentukan oleh ujian sekolah.<br /><br />Hal itu tentunya dapat menimbulkan asumsi bagi siswa, tanpa ujian nasional pun mereka bisa lulus. Padahal mereka (siswa) lupa, kalau ujian nasional itu diperlukan sebagai standarisasi untuk rekrutmen pekerjaan di perusahaan swasta.<br /><br />"Kalau dulukan, kelulusan siswa ditentukan oleh ujian nasional. Dimana nasib siswa itu ditentukan dalam tiga atau empat hari. Lulus tidak lulus, ujian nasional lah yang menentukan," katanya. (das/ant)</p>