Sektor Pertanian Kotawaringin Timur Perlu Perhatian Khusus

oleh

DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menilai sektor pertanian perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />"Pemerintah selama ini merencanakan prioritas pembangunan pada peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemantapan ketahanan pangan, namun sayangnya rencana tersebut tidak dibarengi kinerja yang tepat," kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi MT di Sampit, Selasa.<br /><br />Untuk mewujudkan program pembangunan yang menjadi prioritas tersebut perlu adanya dukungan dan kebijakan langsung dari pemerintah daerah.<br /><br />Pemerintah daerah juga harus meningkatkan anggaran di sektor pertanian agar produksi pangan bisa meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.<br /><br />Selama ini anggaran untuk sektor pertanian dan peningkatan pangan di Kotim masih lebih rendah dari sektor lainnya seharus apabila sudah ditetapkan sebagai program prioritas diberikan dukungan penuh termasuk anggaran dan infrastrukturnya.<br /><br />Akibat kurangnya dukungan dari pemerintah daerah baik itu melalui anggaran maupun menyiapkan infrastruktur pendukung pertanian beberapa tahun terakhir Kabupaten Kotim selalu kekurangan beras dan harus mendatangkan dari luar daerah.<br /><br />Menurut Supriadi, DPRD sebetulnya selalu mewanti-wanti dan meminta kepada instansi terkait untuk selalu mengajukan rencana kerja dan anggaran dana terkait penanganan ketahanan pangan tersebut.<br /><br />Kekurangan beras tersebut sebetulnya dapat diatasi apabila ada penguatan program di sektor pertanian, misalnya saja dengan melakukan perluasan areal sawah, meningkatkan infrastruktur.<br /><br />"Lahan untuk perluasan areal sawah di Kabupaten Kotim masih cukup tersedia dan asalkan pemerintah daerah bisa berjuang serta menyakinkan pemerinrtah pusat kami yakin cetak sawah baru tidak ada masalah," katanya.<br /><br />Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotim, sepanjang 2011 daerah tersebut mengalami kekurangan beras sebanyak 29.770 ton.<br /><br />Kemudian pada 2010 mengalami kekurangan beras sebanyak 21.973 ton dan kekurangan beras itu terjadi sejak 2006 hingga 2011.<br /><br />Pada 2009 kekurangan beras sebanyak 29.255 ton dari yang butuhkan sebanyak 44.287 ton atau hanya mampu terpenuhi 15.032 ton. 2008 kekurangan 20.640 ton, 2007 sebanyak 9.617 ton dan pada Tahun 2006 kekurangan beras mencapai 11.328 ton. <strong>(das/ant)</strong></p>