Selama Agustus Kejahatan Di Kalsel Meningkat

oleh

Selama Agustus 2011 kejahatan di Kalimantan Selatan meningkat tajam dengan berbagai motif baik itu pencopetan, penipuan hingga peredaran uang palsu. <p style="text-align: justify;">Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel Fakhrudin mengatakan hal itu di Banjarmasin, Rabu pada rapat koordinasi seluruh kepala dinas dan Sekda Pemprov Kalsel di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.<br /><br />Menurut Fakhrudin, berdasarkan rapat dengan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) diperoleh informasi dalam beberapa hari terakhir tingkat kejahatan pencopetan mengalami peningkatan cukup tajam.<br /><br />Selain itu, penipuan via ATM dan peredaran uang palsu yang sangat merugikan masyarakat dan kejahatan melalui hipnotis untuk mengeruk harta korbannya.<br /><br />Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri meminta agar pihak-pihak terkait segera mensosialisasikan masalah tersebut kepada masyarakat secara luas untuk lebih waspada.<br /><br />"Aparat terkait harus lebih agresif untuk menyosialisasikan berbagai kejahatan tersebut agar masyarakat lebih waspada melalui berbagai sarana komunikasi antara lain radio," katanya.<br /><br />Selain itu, tambah dia, pengamanan di tempat-tempat keramaian juga harus lebih ditingkatkan, untuk meminimalisasi tingkat kejahatan terutama menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah.<br /><br />Bank Indonesia (BI) Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu yang secara fisik dan sekilas terlihat sangat mirip dengan uang asli karena teknologi pembuatannya yang semakin canggih.<br /><br />Peneliti Senior Madya BI Banjarmasin, Taufik Saleh, mengatakan, biasanya peningkatan peredaran uang palsu terjadi baik menjelang bulan Ramadhan maupun Lebaran.<br /><br />"Untuk itu kami minta masyarakat lebih teliti dalam menerima uang terutama lembaran Rp100 ribu," katanya.<br /><br />Kendati sebagian uang palsu yang beredar di masyarakat sangat mirip dan sulit dibedakan dengan yang asli, katanya, tidak akan pernah bisa menyamai uang asli.<br /><br />Ia menjelaskan, ada beberapa ciri khusus yang dengan mudah bisa masyarakat kenali untuk membedakan uang asli dengan uang palsu asalkan warga lebih teliti dan waspada.<br /><br />Pada 2010, katanya, peredaran uang palsu yang masuk ke BI sebanyak 709 lembar dan 2011 hingga Juni sebanyak 124 lembar.<br /><br />"Bila dilihat dari jumlah laporan ke BI tersebut tentunya terjadi penurunan peredaran uang palsu, namun tidak menutup kemungkinan uang palsu yang beredar lebih banyak dari jumlah tersebut," katanya.<br /><br />Upaya mencegah meluasnya peredaran uang palsu, katanya, BI telah bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya terkait dengan razia dan tindakan tegas lainnya terhadap pengedar uang palsu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>