Selesaikam Masalah Melalui Mediasi

oleh

Ketua Pengdilan Negeri Kabupaten Sintang Setianto Hermawan megatakan setiap perkara perdata yang masuk pihaknya selaulu mengutamakan Mediasi. <p style="text-align: justify;">“Kita selalu menggunakan Mediasi dalam meggelar perkara dengan tujuan supaya kedua belah pihak sama-sama di untungkan dalam Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 2 Tahun 2003 yang mewajibkan ditempuhnya proses mediasi sebelum pemeriksaan pokok perkara perdata</p> <p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, jika kita menjadi pihak yang berperkara (penggugat, tergugat maupun turut tergugat), maka kita dapat mengoptimalkan penyelesaian perkara melalui mediasi”Katanya di pendopo selasa (07/01)</p> <p style="text-align: justify;">Di dalam pemeriksaan di pengadilan, lanjut Setianto suasana yang terbangun antara penggugat dan tergugat cenderung konfrontatif, di mana para pihak akan berusaha semaksimal mungkin untuk saling menjatuhkan dengan membuktikan kesalahan pihak lawan di depan majelis hakim”Katanya</p> <p style="text-align: justify;">Di dalam MAPS atau ADR di katakan  Setianto suasana yang terbangun tidaklah demikian. Kedua belah pihak akan termotivasi untuk mencari solusi yang terbaik tanpa harus saling menjatuhkan dengan membuktikan kesalahan pihak lawan hal ini sering ditemukan dalam proses negosiasi dan mediasi yang mengutamakan prinsip win-win solution</p> <p style="text-align: justify;">”Akan tetapi perlu dicatat, bahwa syarat mutlak dari MAPS atau ADR adalah adanya itikad baik dan kejujuran dari kedua belah pihak yang bersengketa”Kata Setianto</p> <p style="text-align: justify;">Untuk itu ia menyarankan dengan adanya mediasi paling tidak adanya itikat kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara damai</p> <p style="text-align: justify;">”Sekali lagi kita sangat mengharapakan adanya mediasi sebab dengan demikian tidak ada yang di rugikan”Pungkasnya (beny)</p>