Seluruh Tempat Hiburan Malam di Sintang Akan Awasi

oleh
Rapat Satgas Covid-19

SINTANG, KN – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarief Yasser Arafat menyampaikan bahwa Satgas akan membalas surat dari IMM Kapuas Raya.

“kita akan berikan surat balasan tertulis kepada IMM Kapuas Raya. Ada 4 poin yang mereka sampaikan, dan akan kita jawab semua. Mereka memang tidak menyebutkan nama tempat hiburan malam, sehingga seluruh tempat hiburan malam akan kita awasi” terang Syarief Yasser Arafat.

Lanjut Yasser, arahan Presiden kemarin, ada perubahan istilah PPKM. Yang ada saat ini adalah PPKM Level 1, 2, 3 dan 4. Dan yang menentukan itu adalah masing-masing daerah. Level ditentukan jumlah kasus dalam satu minggu dan Bed Occupancy Rate. Jadi kita tahu, Sintang ini level berapa. Ada juga level per kecamatan dan desa atau kelurahan” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, drg. Ridwan Tony Pane menyampaikan kondisi sampai 20 Juli 2021 jumlah orang terkonfirmasi sebanyak 2. 588 kasus, sembuh 2. 326, meninggal 185 orang.

“BOR kita 62 persen. Total yang dirawat 80 orang. Oksigen juga menjadi masalah di Sintang, kami akan mengunakan oksigen liquid dan oksigen konsentrat. Kami berharap oksigen liquid segera tiba” harap Pane.

Pane menjelaskan, obat-obatan juga semakin menipis. Pasien yang tanpa gejala hanya kami berikan multivitamin saja. Yang bergejala kami berikan antivirus. Kalau kondisi ini terus menerus, maka masalah oksigen, obat dan tenaga kesehatan akan terus ada. Maka pencegahan sangat penting dan Sosialisasi jangan pernah bosan, lakukan terus menerus” pintanya.

Kepala BPBD Sintang Bernard Saragih menyampaikan PPKM sebenarnya bukan menutup usaha secara total tetapi membuka dengan berbagai protokol kesehatan dan aturan pembatasan.

“di instruksi Bupati Sintang sebenarnya sudah diatur, pelaku usaha bisa buka lengkap dengan aturannya. Saya juga berpesan kepada semua pelaku usaha agar membaca dan mempelajari setiap surat edaran yang diberikan. Jangan surat edaran diterima lalu masuk ke laci meja. Sehingga tidak ada alasan, belum di kasi tau” ucap Saragih.

Selain itu, Saragih juga minta managemen Hotel My Home agar meminta surat rekomendasi dari Satgas untuk kegiatan yang menggunakan ruangan di Hotel My Home. (*)