Seorang Kakek Tewas Terpanggang

oleh

Peristiwa kebakaran menimpa sebuah rumah di Jalan Sukamaju RT 29 RW 2 Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Sintang. Selain menghanguskan harta benda, kebakaran tersebut juga menyisahkan kesediahan mendalam dari pemilik rumah. <p style="text-align: justify;">Dalam peristiwa tersebut, seorang kakek turut menjadi korban.Kakek bernama Jelayan berusia 70 tahun yang ketika itu masih berada di dalam kamarnya, terjebak dan tidak bisa keluar.<br /><br />Dari informasi yang dihimpun kalimantan-news.com di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat (25/03/2011) pukul 08.00 wib, saat itu korban yang sudah 13 tahun lebih tinggal dirumah tersebut, saat kejadian memang tengah sendirian berada di kamar belakang rumah anaknya.<br /><br />Menurut penuturan Regina, cucu korban yang pertama mengetahui kebakaran tersebut kaget begitu melihat asap tebal keluar dari bagian belakang rumah yang merupakan kamar Jelayan.Saat itu dirinya tengah memasak didapur.<br /><br />“Saya waktu itu sedang masak di dapur dan tiba-tiba saya melihat ada asap tebal dari arah kamar belakang tempat kakek tidur,” katanya.<br /><br />Mengetahui hal itu, iapun langsung berteriak minta tolong dan tak lama kemudian warga sudah ramai berdatangan untuk membantu memadamkan api serta membongkar paksa pintu kamar.<br /><br />Selain warga sekitar memadamkan api, petugas Pemadam kebakaran pun mulai berdatangan dan langsung menguasai keadaan sehingga api tidak merambat ketempat yang lain. Api sepenuhnya dapat dikuasai kurang lebih 45 menit.<br /><br />Begitu api berhasil dipadamkan, petugas dibantu masyarakat serta anggota keluarga langsung mencari keberadaan kakek Jelayan yang masih terkurung saat kebakaran berlangsung. Tak lama kemudian, korban berhasil ditemukan diantara puing bangunan yang terbakar, dengan kondisi yang mengenaskan. Jelayan terlihat masih terbaring di tempatnya biasa tidur dalam posisi terlentang, dengan seluruh tubuh gosong. <br /><br />Menantu korban, Bartolomius Surai mengatakan pagi sebelum kebakaran, mertuanya sempat keluar kamarnya dan berjalan ke rumah saudaranya tak jauh dari rumahnya.<br /><br />“Pagi saya masih lihat bapak keluar dan berjalan ke rumah kakak ipar saya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>