Sepak Bola – Persisam Incar Poin Di Stadion Kuningan

oleh

Persisam Putra Samarinda mengincar poin saat berlaga menghadapi tuan rumah Persita Tangerang pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Mashud Wisnuputra, Kuningan, Jawa Barat, Minggu (7/7). <p style="text-align: justify;">Pelatih Persisam Putra Samarinda Sartono Anwar yang dihubungi dari Samarinda, Sabtu, mengatakan para pemainnya dalam kondisi siap bertanding dan telah melupakan kekalahan telak 4-1 saat menghadapi Persib Bandung, pada pertandingan terakhir.<br /><br />"Pertandingan besok (7/7) menjadikan kesempatan bagi pemain saya untuk membalas kegagalan saat menghadapi Persib. Kami akan berusaha mendapatkan poin di Kuningan," katanya.<br /><br />Sartono mengakui lawan yang bakal dihadapi, yakni tim Persita Tangerang yang baru saja bermain seri 0-0 dengan Mitra Kukar di kandangnya, tentunya tidak rela kehilangan poin di pertandingan kandang berikutnya.<br /><br />Ia memastikan bahwa anak asuh Elly Idris akan memberikan perlawanan yang lebih optimal saat menghadapi Persisam untuk mendapatkan hasil terbaik di kandang.<br /><br />"Kami sudah mengantisipasi kemungkinan bangkitnya tim Persita, oleh karena itu sejak awal saya selalu memberikan motivasi supaya pemain saya juga punya kemauan yang lebih untuk meredam kekuatan Persita," katanya.<br /><br />Disinggung masih absennya Lancine Kone pada pertandingan menghadapi Persita, dia mengaku, memang tanpa Kone cukup membawa pengaruh kepada kekuatan secara utuh di timnya, utamanya saat transisi dari menyerang ke bertahan ataupun sebaliknya karena timnya sering kehilangan bola.<br /><br />"Kami memang punya gelandang yang cukup enerjik, yakni Ibrahim, Sandi, Loudry, dan Dian Irawan. Namun peran mereka saat transisi sering kehilangan, terlambat dalam mengantisipasi bola dan pergerakan pemain lawan," kata Sartono.<br /><br />Untungnya, katanya, komposisi tim Persita Tangerang berbeda jauh dengan Persib Bandung.<br /><br />Ia menilai tim Persita belum mempunyai pemain yang punya inisiator dan kreativitas dalam memanfaatkan peluang-peluang dengan memaksimalkan serangan balik yang cepat. � "Saya melihat Persita lebih banyak memaksimalkan skema permainan kolektifitas tim dan sering memanfaatkan peluang dari tendangan bebas, karakter seperti inilah yang harus terus bisa dibaca oleh pemain saya," katanya.<br /><br />Disinggung tentang pemain lawan yang patut diwaspasi, katanya, semua pemain lawan patut diwaspadi, terutama saat bola mati yang biasanya dieksekusi oleh Christian Carascao.<strong> (das/ant)</strong></p>