Sepakati Penataan PKL Jalan Brigjen Katamso

oleh
oleh

Hasil sarasehan penataan bantaran Sungai Kapuas di Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kapuas Kanan Hulu menyepakati banyak hal, salah satunya adalah penataan aktivitas pedagang dikawasan itu kebutuhan pengendalian dan pemanfaatan ruang. <p style="text-align: justify;">Sarasehan yang dilaksanakan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Sintang di Balai Praja Sekretariat Daerah kemarin dihadiri sejumlah instansi terkait dan pelaku pasar yang menempati kawasan bantaran sungai Jalan Brigjen Katamso Sintang.<br /><br />Kepala DKPPK Kabupaten Sintang, Matheus Siong mengatakan apapaun yang dilakukan untuk penataan kawasan tersebut sudah sejalan dengan perda penataan PKL yang baru disahkan di DPRD Sintang.<br /><br />“Sudah banyak rencana yang dilakukan pemerintah daerah untuk kawasan itu, dari Masuka Square hingga Waterfront City dan kegiatan yang kita lakukan ini untuk mencari titik kesepahaman mengenai pemanfaatan kawasan itu dengan mengedepankan upaya penataan,” kata dia.<br /><br />Menurutnya, penataan kawasan itu sangat dibutuhkan sehingga dalam prosesnya diperlukan input atau masukan dari para pelaku pasar yang beraktivitas dikawasan itu.<br /><br />“Jadi yang dikedepankan adalah peran partisipasi masyarakat dikawasan itu, keinginan mereka seperti apa dan itu yang jadi masukan bagi kita ketika akan membuat kebijakan,” tukasnya.<br /><br />Menurutnya, kesepahaman telah diperoleh dari pertemuan itu dimana para pelaku pasar di kawasan bantaran sungai itu siap jika pemerintah daerah akan melakukan penataan.<br /><br />“Namun mereka minta solusi alternatif ketika penataan dilakukan dan ini yang akan kita pikirkan berikutnya karena diharapkan ketika telah berhasil ditata, kawasan ini bisa jadi percontohan bagi kawasan lainnya di Sintang,” imbuhnya.<br /><br />Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Zulkifli HA ketika membuka acara mengatakan dalam kebijakan yang telah ditetapkan Pemkab Sintang dan sejalan dengan otonomi daerah, ditambah dengan meningkatnay aktivitas penduduk khususnya diwilayah perkotaan, maka dipandang perlu untuk membuat suatu rencana kawasan kota yang terpadu.<br /><br />“Dimana, rencana pengembangan tersebut memungkinkan untuk bisa mengakomodasi segala kebutuhan aktivitas kota baik saat ini maupun yang akan datang,” ujarnya.<br /><br />Output dari rencana itu lanjut dia diharapkan menjadi pijakan awal menuju pembangunan Kota Sintang yang teratur dan berkesinambungan.<br /><br />“sarasehan ini merupakan bentuk upaya kita untuk mewujudkan kebijakan pembangunan Kota Sintang yang telah direncanakan,” kata dia.<br /><br />Menurutnya, pengembangan kawasan tepian Sungai Kapuas dan melawi atas dasar keunikan masing-masing kawasan serta citra yang akan dibangun dengan menyediakan layanan infrastruktur yang terpadu yaitu kawasan tepian sungai sebagai bagian kawsan dengan fungsi lindung.<br /><br />“Sarasehan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang diterima para pihak dengan memberikan alternatif pemecahan masalah dilapangan sehingga tujuan penataan kawasan akan tercapai sesuai rencana tata ruang yaitu untuk waterfron City, pusat jajanan kuliner, daerah percontohan atau titik pantau adipura serta dapat menjadi ikon wisata di Kota Sintang,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>