Sering Terjadi Kesemrautan, Persimpangan Tugu Juang Menjadi Fokus Pembahasan

oleh
oleh

Forum lalu lintas Kabupaten Melawi yang sudah lama dibentuk baru memulai programnya. Dimana belum lama ini forum lalu lintas yang terdiri dari Polisi, Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan ini telah membahas masalah dibidang lalu lintas. Khususnya membahas tentang situasi lalu lintas diseputuran Tugu Juang Nanga Pinoh. <p style="text-align: justify;">Menurut Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, persimpangan Tugu Juang menjadi focus pembahasan forum, karena dilokasi tersebut sering terjadi kesemberautan lalu lintas. Terutama pada jam-jam sibuk, seperti pada pagi hari saat anak-anak pergi sekolah dan pulang siang bahkan sore hari. <br /><br />“Disitu juga rawan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, sehingga rawan kecelakaan,” ungkapnya.<br /><br />Dilokasi tersebut sebenarnya sudah dipasang rambu-rambu traffic light. Seandainya saat lampu hijau menyala, ruang gerak untuk mutar terlalu sempit. Hal itu disebabkan karena letak tugu tersebut tidak simetris, tempat mutar sebelah kiri lebih kecil dari sebelah kanan.  Kemudian, garis pembatas tugu berbentuk persegi empat, sehingga saat orang mutar menjadi melambung dan membahayakan orang lain. <br /><br />“Hal itu juga menyebabkan waktu untuk mutar menjadi panjang, bahkan saat lampu merah sudah hidup orang mutar tugu belum selesai,” ujarnya.<br /><br />Kata Aang, dalam rapat forum lalu lintas tersebut, disimpulkan bahwa semuanya sepakat merubah bentuk garis pembatas tugu yang sekarang ini persegi empat dirubah menjadi bulat. Kemudian akan dibuat utun untuk belok antara jalan Rawat Inap dan Gang Kenanga, dilokasi tersebut akan dibuat tempat untuk mutar hanya khusus untuk kendaraan roda dua. <br /><br />“Tujuanya, untuk mengurai kepadatan lalu lintas, dan mengurangi pelanggaran lalu lintas yang mutar tidak melalui bujdaran tugu,” ucapnya.<br /><br />Aang berharap forum lalu lintas ini harus erring-sering melakukan melakukan rapat koordinasi, baiak sebagai ajang silaturahmi juga menjadi sarana untuk membahas persoalan lalu lintas seperti marka jalan dan rambu-rambu. <br /><br />“Tujuanya tida lain untuk menekan angka kecelakaan, mengurangi pelanggaran dan mewujdukan keamanan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (KN)</p>