Sesuaikan Klasifikasi, PDAM Sesuaikan Tarif

oleh
oleh

PDAM Tirta Melawi akan melakukan klasifikasi ulang (penyesuaian tarif pelanggan) di wilayah kecamatan Nanga Pinoh. <p style="text-align: justify;">Klasifikasi ini akan berdampak pada perubahan tarif pelanggan dari nominal sebelumnya.<br />Kabag Administrasi Umum dan Keuangan PDAM Tirta Melawi, Wagino mengatakan, sampai saat ini jumlah pelanggan yang ada di kecamatan Nanga Pinoh mencapai 2500 sambungan. Dari total tersebut 50 persen diantaranya mengalami perubahan klasifikasi.<br /><br />“Kita sudah melakukan kroscek di lapangan, ada tim khusus yang melakukan pendataan, dari 2500 pelanggan 50 persen diantaranya sudah berubah. Kita juga sudah sampaikan kepada para pelanggan melalui perubahan ini,” katanya Kamis (22/1/2015).<br /><br />Dia menjelaskan, klasifikasi pelanggan terbagi dalam beberapa bagian, antara lain, sosial, sosial khusus, rumah tangga 1, rumah tangga 2, rumah tangga 3, rumah tangga 4, rumah tangga 5, instansi pemerintahan, niaga 1, niaga 2, niaga 3, industri 1, industri 2, industri 3.<br /><br />Masing-masing klasifikasi ini tarif dasarnya berbeda. Untuk sosial hanya Rp 800, 1200, sedangkan untuk RT 1-5 klasifikasinya mulai dari Rp 1400 sampai dengan Rp 3800, sedangkan untuk niaga dari Rp 3200 sampai dengan Rp 3600, sedangkan untuk industri dari Rp 4000 sampai dengan Rp 8000 per kubik.<br /><br />“Saat pemasangan mungkin pelanggan masih masuk kategori rumah Tangga 2, namun beberapa tahun kemudian rumahnya direhap, atau dia kemudian membuka usaha di samping rumahnya, maka klasifikasinya ini akan naik, bisa RR 3 atau RT empat, jadi menyesuaikan, bukan kenaikan tarif, jadi pelanggan kami harap memakluminya,” kata Wagino.<br /><br />Wagino mengatakan, klasifikasi pelanggan ini sesuai dengan peraturan bupati nomor 25 tahun 2009 tentang tarif pelayanan air minum. Termasuk satu diantaranya mengenai klasifikasi pelanggan.<br /><br />“Sejak tahun 2009 kita belum pernah menaikan tarif dasar, kita hanya melakukan klasifikasi, atau penyesuaian pelanggan, dan memang kalau tidak dilakukan klasifikasi yang demikian PDAM mengalami kerugian cukup besar,” katanya.<br /><br />Namun, kata Wagino tidak menutup kemungkinan PDAM juga akan melakukan kenaikan tarif. Saat ini pihaknya masih melakukan kajian, untuk selanjutnya ditindak lanjuti oleh badan pengawas.<br /><br />“Kita masih mengkaji jika tarifnya naik, berapa persen kenaikannya, dan kapan rencananya. Kita sudah rencanakan, sebab sejak tahun 2009 tarif kita belum pernah naik,” katanya. (Ira/kn)</p>